04 January 2017

Ayo Liburan di Kota Mendoan Cilacap


Apa yang paling sulit dilupakan dari sebuah kota?

Orangnya? Suasananya? Atau makanannya?

Kalau saya ya semuanya. Meskipun sudah tinggal di Semarang lumayan lama semenjak kuliah dan menikah, tapi namanya kampung halaman ya tetap dirindukan.

Cilacap memang jadi makin tersohor karena pulau Nusakambangan yang disetarakan dengan Alcatraz, lalu sering disebut saat waktunya eksekusi tahanan bom atau narapidana psikotropika kelas berat, tapi jangan melulu itu dong yang bisa dijual, kesannya kota ini serem, padahal engga loh.

Meski kota kecil tapi Cilacap sangat layak untuk dijadikan salah satu tujuan wisata, seperti Benteng Pendem yang jadi salah satu ikon pariwisata. Nah, kalau kamu punya waktu pergi ke Cilacap dan ingin merasakan hiburan murah sambil berbaur bersama warga maka alun-alun kota adalah tempat yang paling tepat.

Dengan uang 50ribu disini pun bisa menikmati beragam jajanan setempat mulai dari mie ayam, siomay, jagung bakar, cilok, sate ayam hingga minuman hangat seperti ronde. Bandingkan dengan di mall yang hanya cukup untuk 1-2 menu aja.
Alun-alun Cilacap mulai ramai setelah matahari tenggelam, bagi yang nongkrong sebelum maghrib tiba dapat menunaikan ibadah sholat maghrib dulu di masjid agung Darussalam yang terletak persis di samping landmark Cilacap ini. Selain cocok untuk para jomblo, keluarga kecil yang masih memiliki balita pun dapat menyenangkan si kecil naik odong-odong atau menemani bermain mancing-mancingan dengan tarif 4000 sepuasnya.


Pagi harinya tak lengkap jika belum menjejakan kaki ke pantai Teluk Penyu. Buat para mudikers, katanya kurang sah kalau pulang kampung ga main air dulu di sini. Sekadar beli mendoan dan main pasir atau kejar-kejaran ala tari india juga ga papa kok, tapi ati-ati ya, soalnya di pantai ini kadang banyak sampah T_T.

jepret dari mobil jadi ga begitu keliatan warungnya, pokoknya depan RSUD ya
Kalau saya meski di rumah sudah disiapkan sarapan oleh ibu, tapi suami tetep ngidam mampir dulu ke bubur Priangan yang warungnya ada di seberang RSUD Cilacap. Bubur ayam yang dijual di sini ga pernah saya temukan kembarannya dimanapun loh, entah dari rasa ataupun taburannya ga ada dua pokoknya! Kalau ga suka makan bubur, bisa pesan lontong opor yang juga ga kalah nikmat.


Tempe goreng atau mendoan sebenernya bukan makanan aneh, khususnya di pulau jawa sudah pasti banyak yang jual, tapi di Cilacap citarasanya tentu berbeda dari mendoan Semarang atau Tegal misalnya. Oiya, kalau di Semarang ada gorengan dari ampas tahu berwarna putih yang disebut gembus, di Cilacap juga ada sejenis itu tapi berwarna hitam, entah apakah sama juga dari ampas tahu, tapi ibu saya bilang dari ampas kedelai. Meski dikata ga bergizi, tapi dages wajib bersanding dengan mendoan di pelaminan piring berhias cabe-cabe mungil.

sumber googleplus Galeri Pos
Para pelancong yang akan pulang dan harus bawa oleh-oleh saya rekomendasikan ke jalan Bakung, di toko Mino Arto itulah saya biasa membeli berbagai macam olahan ikan seperti krupuk khas Cilacap, abon, terasi, dan panganan lainnya.

Seminggu di Cilacap selama liburan semester kemaren sebenarnya ga puas, tapi apa boleh buat harus kembali ke Semarang. Siapa yang pernah atau mudik ke kota ngapak di pantai selatan ini boleh dong rekomen tempat-tempat menarik versi kamu. 


sekilas video suasana di Alun-alun Cilacap

0 comment:

Post a Comment

Terimakasih kunjungan dan komentarnya, mohon tidak mencantumkan link hidup di kolom komentar ya. Salam Blogging!