13 May 2017

Belajar Shibori Bareng Gandjel Rel dan Seratan Studio di Hokben Paragon Mall Semarang

 
Buat sebagian orang hari Senin itu hari yang paling menyebalkan, makanya ada ungkapan I Hate Monday. Tapi buat ibu rumah tangga macam saya sih sama aja deh. Kalo libur ya alhamdulillah kalo ngga ya ngelakuin rutinitas kaya biasa untuk suami dan anak.

Tapi tanggal 1 Mei 2017 lalu adalah hari Senin yang istimewa buat saya. Selain tanggal merah karena libur Hari Buruh, saya juga bisa ikutan acara komunitas Gandjel Rel bersama Hokben Semarang yang sayang untuk dilewatkan #Yeay!

Si kecil yang biasanya nempel sama bundanya kemaren saya pasrahkan ke ayahnya, dan sayapun berangkat ke lokasi yaitu Hokben Paragon Mall Semarang naik gojek biar cepet, jaga-jaga sama macetnya kota Semarang meski masih pagi.

Acara dimulai sekitar pukul 8.30 oleh mba Irma yang menjelaskan menu RISING STAR, snack dan dessert terbaru dari Hoka-Hoka Bento yang tentunya bikin saya bolak-balik menelan ludah #lapersih.

Lalu sesi kedua dilanjutkan dengan workshop shibori oleh mba Deya dari Seratan Studio. Kami semua antusias melihat kain yang sudah jadi dibuat dengan teknik shibori sehingga ga sabar untuk mencoba membuat dengan tangan sendiri.

Shibori adalah seni jepang yang memanipulasi kain untuk menciptakan pola melalui proses pencelupan pada pewarna. Teknik manipulasi itu bisa dari mengikat, memutar, menekan atau melipat. Di Jepang seni shibori ada sejak abad ke -8. Dan karena tiap kain dimanipulasi atau dibentuk dengan cara yang berbeda maka hasilnya mustahil sama identik dengan kain lain.

Kami pun kemudian dibagi selembar kain berwarna putih, dan ada pula kayu berbentuk kotak & segitiga, karet gelang, juga sumpit yang bisa dipakai untuk membentuk pola pada kain. Kemudia mba Deya memberi pengarahan bagaimana cara dan urutan mencelup kain pada pewarna.

Semua peserta workshop pun larut dalam keasyikan mencelup kain ke naptol berwarna merah, kuning dan biru.Terkadang ada suara tawa, ada juga suara pekikan karena salah mencelup, pokoknya rame banget saat itu.

Setelah selesai dicelupkan naptol dan diperas, kain-kain yang basah itu diletakkan dulu agar agak mengering. Beberapa saat kemudia, peserta diperbolehkan membuka hasil karyanya untuk dijemur. Decak kagum saya dan teman-teman blogger lainnya pun terdengar saat kami melihat shibori dibuka satu persatu.

Hasil dari workshop shibori hari itu tentunya bisa kami bawa pulang ke rumah untuk dipamerkan ke keluarga. Dan meski mba deya memilih 2 karya terunik dari para peserta yang ada, sebenarnya semua hasil shibori itu tidak ada yang jelek, semua ada keunikan dan ciri masing-masing.  Itulah esensi dari sebuah seni ^-^


2 comments:

  1. Lho shibori ternyata teknik dari pewarnaan dengan pencelupan tooo. Aku ada temen di magelang, salah seorang blogger juga yang memiliki usaha kain shobori.


    Nama blogsphere nya covalimawati. Kamu kenal sob?

    ReplyDelete
  2. Wah sayangnya belum kenal gan,coba deh aq ke blognya

    ReplyDelete

Terimakasih kunjungan dan komentarnya, mohon tidak mencantumkan link hidup di kolom komentar ya. Salam Blogging!