Nongkrong di DU Cafe Sambil Memandang Mobil Vintage - Dunia Qtoy

21 November 2017

Nongkrong di DU Cafe Sambil Memandang Mobil Vintage

tampilan depan Du Cafe Semarang
Tampilan depan Du Cafe

Post yang terhitung amat sangat telat, soalnya kesana di bulan September lalu, tepatnya pas ultah. Dan baru sempet nulis sekarang bulan November, hehehe parah abis ya. Ya gapapalah daripada dibuang sayang, mendingan ditulis aja siapa tahu ada yang nyasar ke post ini saat cari info soal Du Cafe.

Du cafe adalah salah satu cafe yang ada di daerah Semarang atas. Atau tepatnya di jalan Durian Raya No. 21, Pedalangan, Srondol Wetan, Banyumanik. Kalau dari info Google si buka dari jam 12 siang sampe jam 12 malem.

Yang bikin kami kepincut melipir ke kafe ini adalah karena dari luar sudah terlihat hal yang beda dari tempat lain. Apasih? Yaitu jejeran mobil vintage yang keliatan kinclong dan tertata apik di dalamnya. Saat memasuki kafe, terlihat jelas beberapa merek mobil impor jaman lawas seperti Mini Cooper, Impala, Renault dan Mercy. Selain mobil ada juga motor klasik yang dipajang, tapi saya lupa merek apa ya itu. Hihi..

Nah Du Cafe  ini ternyata luas banget, bukan hanya karena menampung mobil tapi memang areanya dari depan sampai belakang guede banget. Pengunjung bisa milih duduk di berbagai macam jenis kursi, dan di bagian belakang yang ga beratap juga ada playground, jadi sembari ortu nongkong anak-anak bisa bebas bermain dengan aman dan tenang.


tampilan area menu angkringan Du Cafe
Mejeng dulu di depan mobil klasik
Du Cafe punya konsep hidangan yang cukup unik, yaitu menyediakan makanan dan cemilan tipe angkringan yang bisa diambil dan dibayar langsung di kasir. Tapi buat yang pengen masakan western juga bisa pesen steak, burger, atau pasta. Atau Indonesian food seperti penyet dan nasi goreng juga ada.


sirloin steak du cafe semarang
Sirloin Steak Du Cafe
Secara tampilan Du Cafe memang cocok buat tempat nongkrong bareng teman atau keluarga. Sembari menunggu hidangan datang pengunjung juga bebas menyentuh atau foto di depan aksesoris, motor, ataupun mobil-mobil klasik yang dipajang, dengan aturan ga membuka pintu mobil, masuk ke mobil ataupun duduk di kap mesin, karena bisa merusak koleksi mobil si pemilik kafe.

Cuma sayangnya masakan yang disajikan buat kami waktu itu agak jauh dari ekspektasi. Kalau menyoal harga sih masih bisa dikatakan standar dibandingkan dengan porsinya (yang sebenernya dagingnya cukup tipis). Tapi steak yang saya cicip malam itu dominan sangat asin 😒. Dan menu angkringan yang suami ambil sebelumnya juga terhitung so-so. Very sory ya Du Cafe, ini memang pendapat pribadi yang sangat objektif loh.

Yah, setidaknya kekecewaan kami malam itu terobati dengan si kecil yang senang bisa bermain di ayunan dan prosotan yang disediakan dan bisa berfoto di antara mobil-mobil klasik yang cakep 🙆

No comments:

Post a Comment

Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!