Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Segini Nilai Saham Tokopedia Sebelum dan Sesudah Dibeli TikTok, Ternyata Anjlok?

Pada akhir tahun 2023 ini, pembicaraan mengenai Tokopedia dan TikTok masih menjadi topik hangat di seluruh Indonesia. Hal tersebut terjadi usai keduanya memutuskan menjalin kerja sama. Dengan menggabungkan Tokopedia dan TikTok, platform TikTok Shop yang sempat ditutup oleh pemerintah bisa beroperasi kembali.

Bersamaan dengan naiknya topik mengenai kerja sama dua platform tersebut, ada yang juga menarik yakni nilai saham Tokopedia dengan kode GOTO yang secara resmi telah berada di bursa saham sejak IPO pada 30 Maret 2022.

Beredar informasi yang menyebut bahwa TikTok akan mengakuisisi atau membeli saham Tokopedia alias Goto sebanyak 75.1%. Ini merupakan jumlah yang besar sekaligus tahap investasi TikTok agar dapat beroperasi di Indonesia. Banyak yang menilai investasi tersebut menjadi langkah bagus mengingat Tokopedia masih berada di jajaran e-commerce populer di Tanah Air.

Meski secara kepemilikan saham GOTO sebagian besar ada di bawah kendali Tiktok namun secara nama Tokopedia tak akan mengubah namanya yaitu tetap Tokopedia.

Laju Nilai Saham Tokopedia atau GOTO

Menariknya, laju saham Tokopedia yang bernaung di bawah PT GoTo Gojek Tokopedia alias GoTo sempat mengalami tekanan dalam dua hari. Tekanan tersebut terjadi sebelum TikTok resmi menjalin kerjasama dengan Tokopedia dalam GoTo. Pada hari tanggal 7 Desember 2023 lalu, diketahui harga saham GOTO turun kembali ke level Rp 87 per lembar sahamnya dari posisi penutupan sebelumnya.

Menurut informasi yang beredar, saham GOTO Tokopedia pada tanggal 6 Desember 2023 justru berada di angka Rp 92 per sahamnya. Penurunan saham kala itu terjadi usai tersebarnya kabar yang menyebut TikTok akan menjalin kerja sama secara resmi dengan GoTo. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia, harga transaksi saham GOTO menyentuh angka Rp 4466.86 miliar.

Nilai transaksi saham Tokopedia tersebut dengan frekuensi 35 ribu kali lebih dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 111.93 triliun. Kala itu, saham Tokopedia tertekan setelah diterpa aksi jual dari kalangan para pelaku pasar asing. Tercatat, aksi jual bersih yang dilakukan investor asing dalam saham Gojek Tokopedia ini menyentuh angka Rp 172.35 miliar. Aksi jual juga sempat dilakukan pada tanggal 4 Desember 2023.

Saat itu, salah satu investor GOTO yakni GPF atau Goto Peopleverse Fund justru melepas sahamnya kembali dengan nilai 134,72 juta per lembar sahamnya. Aksi tersebut menyebabkan porsi kepemilikan saham GPF di GoTo menyusut menjadi 5.62%. Walaupun begitu, berita tentang merger TikTok pada perusahaan GoTo masih terus kencang sampai akhirnya resmi dilakukan.

Saham Tokopedia Usai Dibeli TikTok

Setelah dibeli TikTok, tampaknya nilai saham Tokopedia justru tidak mengalami kenaikan. Sebaliknya, saham perusahaan teknologi hasil merger dua startup unicorn Indonesia yakni Gojek Tokopedia tersebut justru ambruk pada perdagangan hari Senin 11 Desember 2023 lalu. Ambruknya saham GOTO kala itu terjadi setelah perusahaan TikTok mengumumkan secara resmi investasinya di Tokopedia.

Sampai jam 14.34 WIB, tercatat saham GOTO ambruk senilai 20.37% ke nilai Rp 86 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 104.54 triliun. Pelemahan yang terjadi memangkas reli yang dicatatkan oleh perusahaan GOTO dalam satu bulan terakhir sejak tersebarnya isu terkait kerja sama antara Tokopedia dan TikTok. Total transaksi di saham GOTO pada hari itu setara dengan seperempat lebih jumlah transaksi bursa yang tercatat sebesar Rp 10 triliun.

Prospek Saham GOTO Setelah Kolaborasi dengan TikTok

Walaupun saham Tokopedia mengalami penurunan, langkah investasi TikTok dengan jumlah dana USD 1.5 miliar kepada Tokopedia disebut sebagai sentimen positif untuk kinerja perusahaan. Sebab, suntikan modal yang berasal dari TikTok akan menjadi prospek baik bagi GOTO dalam melakukan ekspansi bisnis ke depannya. Kemitraan tersebut juga berpeluang membawa GOTO sebagai pengelola marketplace terbesar di Indonesia.

Di samping itu, PT Tokopedia juga akan menerbitkan sebesar 28.198.745 saham baru. Saham baru itu nantinya diambil oleh TikTok ataupun anak perusahaannya untuk mengambil bagian dari saham Tokopedia. Penerbitan saham baru oleh perusahaan Tokopedia itu mewakili 75.01% dari semua modal yang ditempatkan dan disetor oleh pihak Tokopedia.

Perusahaan berharap transaksi pengambil bagian dan saham Tokopedia bisa selesai pada kuartal I 2024, atau setidaknya di tanggal 31 Maret tahun 2024 mendatang. Apalagi, tidak sedikit pengguna berharap ada terobosan baru dari TikTok ataupun Tokopedia.

Baca Berita Terupdate Seperti Nilai Saham Tokopedia di Beranda.co.id

Agar selalu mengetahui berita terkini mengenai pekembangan ekonomi nasional maupun internasional, bahkan berita pasar keuangan, investasi, industri serta saham-saham seperti saham Tokopedia yang telah dibeli Tiktok, yuk teman jangan lupa berkunjung ke Beranda.co.id.

Beranda.co.id adalah sebuah portal berita online yang menyajikan berita terkini tentang dunia bisnis dan wirausaha yang mudah dipahami terutama untuk Milenial dan Gen Z. Bukan hanya berita seputar dunia bisnis saja, tapi portal berita beranda.co.id juga menyajikan berita terkini teknologi serta informasi tentang sains dan bahkan seputar kesehatan.

1 comment for "Segini Nilai Saham Tokopedia Sebelum dan Sesudah Dibeli TikTok, Ternyata Anjlok?"

  1. Ternyata cuma sentimen saja dapat berpengaruh besar terhadap saham sebuah perusahaan ya. Memang, pembahasan soal Tokopedia dan TikTok ini memenuhi hampir banyak media di akhir 2023. Pengaktifan kembali TikTok Shop dengan skema kolaborasi bareng Tokopedia dan pergolakan harga saham dari keduanya.

    Thanks for sharing, Kak.

    ReplyDelete