Serunya Belajar Public Speaking Bersama Akademi Bicara

 
Akademi Bicara dan Blogger. Photo Credit: Ika Puspita

"Nang, kalo abis main tuh mainannya diberesin yah, lihat tuh berantakan semua, %&*^@)!&(@*(&#)". Nah opo kui lanjutane, entahlah hanya emak dan Tuhan yang tahu 😄.

Yah begitulah kadang kalo emak-emak terlanjur lagi marah sama anak. Ngomel ga jelas dengan kecepatan cahaya yang sebenarnya ga bisa dipahami si anak. Akhirnya semacam percuma karena pesan emak malah ga tersampaikan alias hanya buang emosi.

Ada yang senasib dengan kisah di atas? Baiklah, kayaknya perlu belajar public speaking dulu deh biar marahnya lebih 'elegan' dan ga sekadar 'ngomel'.

Sek..sek, Public Speaking? Lho iya, jangan salah. Meski public speaking punya pengertian bentuk komunikasi kepada sekelompok orang di depan umum misalnya ceramah atau pidato, tapi ilmu public speaking bisa saja dipakai siapapun di banyak kesempatan loh. Jadi ilmu public speaking boleh banget dipelajari siapa saja, entah dia manajer, guru, dokter, tentara, pns, atau bahkan cuma ibu rumah tangga.

Belajar ilmu public speaking tentunya harus sama yang berpengalaman, dan alhamdulillah banget, Senin 9 April 2018 lalu bertempat di Impala Space, teman-teman blogger dan saya dapat kesempatan menyedot ilmu dari founder akademi bicara secara langsung yaitu mba Nessa Ghozal, dan mas Adi Siswowidjono.

Kelas dimulai pada pukul 9 pagi, yang onengnya...saya dateng telat 10 menit dan tambah telat 20 menit lagi karena bingung pintu masuk Spiegel bistro di sebelah mana, wkwk parah memang. Fyi, Impala Space itu ada di atas Spiegel, setelah akhirnya nemu pintu masuk dan tanya sama embak waitress, saya naik ke ruangan acara kelas akademi bicara bareng blogger. Untunglah acara belum ke materi utama, tapi mas Adi sedang ngajak hepi-hepi dengan bermain game.

Gamenya itu butuh konsentrasi penuh dan pendengaran yang baik, semua peserta berdiri dengan tangan direntangkan dan saling ditumpangkan dengan teman, kemudian tangan kanan dibuka menengadah ke atas, sedangkan telunjuk tangan kiri menghadap ke ke bawah menyentuh telapak tangan teman di sebelah kita. Dan sesuai instruksi mentor, peserta harus siap kapan telapak tangan menguncup menangkap telunjuk teman tapi telunjuk kita sendiri jangan sampai tertangkap. Wah ini saya kalah mulu, haha memang seru banget gamesnya.

Manusia itu, memang udah setingan otaknya suka 'meremehkan' diri sendiri alias ga percaya diri. Apalagi tipe agak introvert seperti saya nih susah banget buat mengawali pembicaraan. Boro-boro ngomong di depan umum ya. Untuk ngobrol sama teman yang sudah dikenal pun saya sering blank, terlebih merasa ga bisa berbasa-basi apalagi berekspresi. Trus gimana bisa pede saat dituntut harus bicara di muka publik?

Tapi mas Adi yang sudah berkecimpung di dunia 'cuap-cuap' selama 14 tahun meyakinkan kami kalau introvert atau tidaknya seseorang ga ada hubungannya dengan kemampuan bicara di depan umum. Kedudukan seorang pembicara dan penonton sebenarnya sejajar alias sama, jadi jangan merasa lebih rendah atau lebih tinggi. Ya tentunya harus disesusaikan sama kondisi audiens ya, misalnya jadi mc di acara ibu-ibu PKK kan ga mungkin dong sama dengan event untuk anak sekolahan, atau audiens pejabat pemerintah juga jelas beda dengan penonton masyarakat umum, begicu loh 😁.

Kemudian jangan terintimidasi dengan penonton yang tidak antusias. Speaker harus fokus ke penonton yang bersemangat, yang sebenarnya bisa terlihat sejak acara dimulai. Pokoknya rugi lah kalau menghabiskan waktu buat penonton yang aras-arasen, karena tugas pembicara kan menyampaikan informasi ke penonton, kalau ada 1 yang 'ga di lokasi' kita bisa mengalihkan energi ke penonton lainnya.

Kami juga diberi 10 sikap tubuh yang jangan dilakukan saat menjadi pembicara, misalnya jangan menyilangkan kaki dan tangan. Kan kesannya gimana tuh ya. Dan jangan lupa senyum juga. Nah padahal kalo pembicaranya grogi kan jadi lupa senyuuum mas 😅. Yang paling sulit buat saya tuh ga boleh ngomong terlalu cepat atau terlalu lambat. Wong dulu jaman presentasi skripsi aja saya sampai dikritik supaya ngomong agak pelan. Duuh ini pe-er pribadi bener dah.
Mba Nessa sebagai penggagas Akademi Bicara kemudian melanjutkan sesi kedua dengan berbagi pengalaman pribadi. Meski sudah sejak 2003 menjadi mc, mba Nessa juga pernah kena serangan panik pas membawakan acara lho. Panic attack itu memang bisa dialami siapa saja. Kami pun diberi cara mengatasinya, yaitu dengan tenangkan diri. Berlatih dan melakukan persiapan yang matang juga bisa menghindarkan kita dari panic attack. Dan kalau ada noise (semacam suara-suara kekhawatiran) dalam kepala bisa disingkirkan dengan mentransfer energi negatif tersebut ke kertas lalu kertasnya dibuang. Boleh dilakukan berkali-kali sampai noise bisa diredam.

Nah, namanya MC atau public speaker tentunya sebisa mungkin harus menguasai teknik berbicara seperti ekspresi, intonasi, aksentuasi dan artikulasi. Soal artikulasi, saya jadi ingat Sandra Olga kalau pas jadi presenter bola. Meski cedal/ celat, nyatanya dia bisa tuh membawakan acara dengan baik. Supaya ga terlalu kelihatan cedal ya jangan memperjelas kekurangan. Ini persis banget sama yang mba Nessa ajarkan kemarin.

Belajar Bicara bersama Akademi Bicara
menutup acara dengan menikmati cupcake, kopi kanu, dan snack dari @senirasa

Ga terasa, hari itu 2 jam berlalu dengan cepat dan super menyenangkan karena otak mendapat ilmu padat 'gizi'. Tentunya namanya teori ga akan sempurna tanpa praktek. Tinggal banyak mencoba praktek nih di rumah. Siapa tau kan suatu saat kepake dan kudu ngomong di depan umum. Karena profesi blogger juga gabisa jauh-jauh dari workshop dan berbagai macam event. Atau bisa saja terpakai di acara sekitar lingkungan rumah.

Belajar public speaking boleh banget loh dipelajari siapa saja. Mungkin kamu mau ujian skripsi, presentasi bisnis, mengucapkan sambutan sebagai panitia perpisahan sekolah, tiba-tiba ditodong jadi MC atau butuh personal branding, Akademi Bicara punya kelas yang tepat untuk itu, dan bisa privat juga.

Nah kamu bisa menghubungi @akademibicara di Instagram.
Atau menghubungi C.P 0818-2966-29/ 0812-282-3139.

8 Responses to "Serunya Belajar Public Speaking Bersama Akademi Bicara"

  1. Waaaah seru ya acara kemarin..pengen belajar lagi deh tapi ilmu lain kaya personal branding atau MC gitu biar multi skills hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba pengen lebih lanjut lagi biar pede bicara di depan umum

      Delete
  2. Berarti sekarang kalo ngomel ke anak udah lebih elegam ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong jadi mandan elegan *sambil lipstikan 😄

      Delete
  3. Aku malah baru tahu kalo semua orang butuh ilmu public speaking. Aku kira ilmu public speaking hanya untuk MC & presenter aja. Nice sharing mbak Un, jadi makin tahu nih aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sapa tau nti kepake pas jadi ibu2 pkk 😊

      Delete
  4. Pengen belajar lebih dalam lagi biar makin pede kalo disuruh bicara didepan umum, hihi

    ReplyDelete

Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Artikel Menarik Lainnya