Bicara Tentang Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik di Dialog Nasional 12 di Semarang - Dunia Qtoy

Breaking

16 May 2018

Bicara Tentang Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik di Dialog Nasional 12 di Semarang

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik di Dialog Nasional

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik dan Mudik 2018 

Pernahkah terbersit dalam pikiran, bagaimana perasaan warga negara di luar pulau Jawa, menghadapi harga-harga kebutuhan yang berkali lipat ketimbang kita yang hidup di pulau Jawa? Lalu mengapa pemerintahan Jokowi sangat memikirkan pembangunan jalur transportasi baik darat, laut dan udara supaya kesejahteraan juga dirasakan semua pihak baik dari Sabang sampai Merauke?
---
Pagi hari pukul 7 saya bersiap-siap untuk meluncur ke UTC Hotel yang ada di kawasan Kelud Raya, Semarang. Dan begitu saya sampai disana, sudah tampak ramai masyarakat serta mahasiswa memenuhi convention hall yang ada di lantai 3.

Kursi-kursi yang disediakan panitia hari Rabu tanggal 16 Mei 2018 itu sebagian besar sudah terisi. Meski ketiga Menteri yang dinantikan belum datang tapi peserta yang kebanyakan ibu-ibu tampak sumringah karena dihibur Didi Kempot sang Maestro Campursari. Bahkan mas Didi Kempot yang punya nama asli Didi Prasetyo sempat mengajak seorang mahasiswa untuk menemaninya bernyanyi di panggung.
Dialog Nasional dengan moderator Miing Bagito (pic credit Dikoko.production)
Sekitar pukul 8.30 para menteri pun sudah memasuki Convention Hall dan acara dimulai dengan moderator Dedy Gumelar alias Miing Bagito. Miing yang sekarang jarang nongol di tivi berkelakar kalau mahasiswa zaman now pasti ga mengenal dia, tapi kalau ibu-ibu zaman old pasti kenal #ngacung, hahaha. Tapi saya ga belum tua-tua amat lho, masi 22 tahun lah (plus 10 taun sih 👅).

Eh iya sebelum acara benar-benar dimulai baca doa dulu ding biar perhelatan Dialog Nasionalnya lancar dan selanjutnya ada sambutan dari Ir. Dwi Soetjipto mewakili LPP Edukasi memberi sambutan di acara pembukaan Dialog Nasional Indonesia Maju ke 12 ini.
Sambutan Dialog Nasional ke 12 di Semarang
Ir. Dwi Soetjipto (pic credit Dikoko.production)

Bicara Tentang Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik dan Persiapan Kementrian Perhubungan Menyambut Mudik Lebaran 2018

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menyampaikan informasi mengenai kesiapan pemerintah dalam menghadapi mudik lebaran 2018 (pic credit Dikoko.production)
Budi Karya Sumadi yang menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Bapak Ignatius Jonan adalah yang pertama berbicara dalam Dialog Nasional Menuju Indonesia Maju ke 12 di Semarang pagi itu. Beliau mengatakan bahwa pemerintah tidak berhenti membangun infrastruktur untuk perhubungan demi kesejahteraan masyarakat dalam bertransportasi. Hasil yang sudah dan sedang dikerjakan hingga kini contohnya:
💙 Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi 9x lebih luas dan lebih besar dari sebelumnya.
💙 Peresmian Bandara Jendral besar Soedirman di Purbalingga.
💙 Jalur Ganda Lintasan Kereta Api Jawa Tengah Selatan Purwokerto-Kroya dan Kroya-Kutoarjo yang diharapkan tahun 2019 sudah beroperasi.
💙 Mudik Guyub Rukun yang sukses diselenggarakan hasil kerjasama lembaga dan masyarakat.
💙 Mudik Gratis naik kapal khusus ke Semarang sehingga pemudik luar pulau yang membawa motor bisa menaikkan motornya gratis ke kapal.
💙 Mudik Gratis Bersama KAI di tanggal 5-7 Juni 2018 dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
💙 Jalan tol yang sudah diresmikan dan sedang dikerjakan secara efektif dan cepat.

"Presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan agar pelaksanaan mudik bisa lebih lancar dibanding tahun lalu, walaupun tahun lalu sudah berjalan baik," ujar Bapak Menhub menyampaikan perintah dari Presiden. Sejumlah ruas jalan tol yang sudah rampung dan membaiknya jalan non-tol juga diharapkan makin memperlancar arus mudik lebaran nanti.

Membangun sarana dan prasarana transportasi tentu bukan hanya soal memudahkan perjalanan saat hari-hari biasa dan mudik lebaran 2018, tapi juga meningkatkan kelancaran konektivitas untuk menurunkan biaya logistik jangka pendek dan jangka panjang. Untuk yang bermukim di wilayah luar pulau Jawa, pembangunan jalur transportasi yang digeber besar-besaran saat ini sangat membantu masyarakat bahkan sampai ke pedalaman. Sehingga diharapkan nantinya tidak ada kesenjangan yang terlalu lebar harga-harga kebutuhan pokok baik di pulau Jawa dengan di luar pulau Jawa.

Kestabilan Harga Eceran Tertinggi dan Pasokan Pangan di Pasar oleh Menteri Perdagangan

Mendag Enggartiasto Lukita (pic credit Dikoko.production)
Sesi ke-2 berlanjut ke Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang memanaskan acara dengan bagi-bagi 'kejutan' ke peserta yang berani naik ke panggung. 3 ibu-ibu pedagang dan 3 mahasiwa yang punya usaha dapat hadiah berupa aneka modal dan support usaha. Wah murah hati banget nih pak Menperindag kita.

Lalu Bapak Enggar memaparkan tentang harga-harga bahan pangan pokok yang biasanya akan naik menjelang dan saat bulan puasa. Pemerintah tentunya tidak tinggal diam karena banyak upaya dilakukan untuk meredam HET yang melonjak dan biasanya disebabkan kelangkaan barang yang ditimbun pedagang nakal. Maka dari itu pak Menteri mengingatkan jangan sampai ada pedagang atau oknum yang berani menimbun bahan pokok dan bahan pangan lainnya, yang jika ketahuan akan langsung dipidanakan. Duh serem ya, makanya nih para pedagang jangan nakal ya, jualan aja kaya biasa ga usah diumpetin segala nanti ditangkep pak polisi loh.

Untuk mencegah kelangkaan barang karena kurang pasokan, pemerintah memastikan sejak dari produksi dan distribusi. Jika stok nasional tidak mencukupi dan ada kecenderungan harga akan naik, maka ditempuh jalur impor. Seperti impor 100 ribu ton daging kerbau yang dipasok dari India sejak Februari lalu.

Generasi Muda Harus Menjadi Generasi Positif

Mensos Idrus Marham (pic credit Dikoko.production)
The last but not least, giliran bapak Idrus Marham yang menyampaikan ajakan kepada para mahasiswa di Semarang dan Jawa Tengah untuk menjadi generasi yang positif dan membanggakan. Ternyata Mensos yang dilantik Januari 2018 ini pernah menempuh pendidikan S2 di IAIN Walisongo Semarang dan menyabet gelar doctoralnya di UGM Yogyakarta. Makanya beliau mengenal bahwa perguruan tinggi di Jawa Tengah bisa mencetak lulusan yang baik dan berkontribusi membangun bangsa. Pemerintah juga mendukung mahasiswa untuk terus berprestasi dengan memberikan beasiswa akademik yang jumlahnya terus meningkat tiap tahunnya.

Pak Idrus yang sering melontarkan guyonan di panggung dengan Miing sang moderator acara berharap mahasiswa sebagai kaum terdidik ikut berperan serta mencegah radikalisme masuk kampus. Apalagi beliau baru saja mengunjungi dan memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Kementrian Sosial selain memberi santunan kepada korban bencana alam dan tragedi kemanusiaan juga memiliki Program Keluarga Harapan untuk Mengurangi Kemiskinan yang terus digalakkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam program ini ada beberapa sub agenda yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tentu saja tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka kesenjangan kesejahteraan di Indonesia. Kita doakan semoga program ini sukses ya teman-teman.

Acara Penuh Antusias Warga
masyarakat yang hadir di Dialog Nasional ke-12 (pic credit Dikoko.production)
Masyarakat dan mahasiswa yang beruntung di Dialog Nasional ke 12 (pic credit Dikoko.production)
Dialog Nasional Menuju Indonesia Maju ke 12 di Semarang hari rabu lalu itu sangat meriah. Perkiraan ada sekitar 3000 masyarakat dan mahasiswa yang hadir di lokasi. Kalo saya liat sih sebagian besar ibu-ibu. Bahkan ada pula yang membawa anak-anaknya ikut serta. Dan pas waktunya bagi-bagi hadiah dari para menteri wah tambah rame deh pada berebut naik panggung ya maklumlah wong hadiahnya menggiurkan banget. Hanya menjawab pertanyaan atau 'curhat' sama pak Menteri, bisa bawa pulang uang tunai, helm dan laptop. Duuh saya jadi mupeng pak 😋.

Syukur Alhamdulillah acara Dialog Nasional yang diselenggarakan LPP Edukasi ini berjalan lancar dari awal hingga akhir sekitar pukul 11.00. Fyi, LPP Edukasi adalah lembaga pengkajian pendidikan yang berkomitmen memajukan SDM Guru, melalui bimbingan penulisan dan publikasi karya tulis ilmiah. LPP Edukasi didirikan oleh Dr Wahyu Purwanto MSIE pada tahun 2012 di Yogyakarta.

Setelah Semarang menjadi tuan rumah Dialog Nasional menuju Indonesia Maju yang ke-12, rencananya setelah lebaran akan digelar Dialog Nasional ke-13 di Salatiga. Jadi siap-siap ya buat warga dan mahasiswa Salatiga, nanti bisa ketemu pak Menteri dan siapa tahu dapat hadiah lho 😘.

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik

 Salam dari Team Blogger Semarang (ki-ka: Handiko, Archabella, Untari, Ika Puspita, KokoAri)

2 comments:

  1. Wah aku ketinggalan sama acara ini..
    Maju terus indonesiaku..

    ReplyDelete
  2. wow, lengkap, keren ya acaranya, sayang gak bisa datang :)

    ReplyDelete

Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!