Sembutopia dan Misi Kejayaan Indonesia 2020

Borobudur sebagai salah satu bukti kejayaan Indonesia di masa lampau
SEMBUTOPIA, sebuah kata yang tercipta dari penggabungan Sembuh dan Utopia mungkin terdengar tidak biasa, tapi ternyata punya misi yang luar biasa. Diprakarsai oleh Kafi Kurnia, seorang motivator yang ia gagas bersama teman-temannya, Sembutopia berangkat dari ide sederhana untuk memotivasi dan menginspirasi Indonesia agar bersama-sama menciptakan sebuah lingkungan yang lebih sehat dan terbebaskan dari semua penyakit dan konflik baik secara kejiwaan dan keragaan.

Lahir di bulan November 2017, Sembutopia yang bisa ditemukan di Instagram dengan nama akun @sembutopia ini sudah memiliki sekitar 52.000 follower hanya dalam jangka waktu 6 bulan saja. Selain Instagram, kamu juga bisa mengikuti Sembutopia di Twitter dan Facebook.

 
Kafi Kurnia - Sembutopia

Sore itu sekitar jam 16.30, di ruang Gold hotel Aston, saya dan beberapa teman blogger lain mendengarkan banyak kisah yang diceritakan Bapak Kafi Kurnia tentang jejak kejayaan Indonesia di masa lampau.

salah satu varian sop di Indonesia (dokpri)
Filosofi Sayur Sop dan Ikan Asin
Sebagai negara penghasil rempah-rempah yang mashyur di dunia hingga membuat kita dijajah ratusan tahun lamanya, Bapak Kafi menceritakan kisah sayur sop rumahan khas Indonesia. Sop memang berasal dari Eropa dengan nama Soep. Di sana sop dibuat dengan cara merebus daging sapi atau daging ayam sampai menjadi kaldu kemudian dicampur sayur.

Saat resep sop dibawa ke Indonesia terjadilah penambahan berbagai bumbu, mungkin buat menyesuaikan lidah orang Indonesia juga ya. Sayur sop yang aslinya mungkin hambar kemudian dibumbui garam, merica/ lada, bawang putih, pala dan kadang ada daun bawangnya.

Resep sop khas Indonesia tersebut konon katanya pernah dihidangkan kepada Ratu Wilhemina sebagai pemimpin Belanda saat itu (sampai disebut Sop Ratu). Dan beliau heran bagaimana mungkin sop yang secara penampakan biasa-biasa saja dan bening tapi menyimpan rasa yang kompleks dan kuat ketika disantap. Mungkin sang Ratu terkezut ya kok beda banget sama sop yang pernah beliau makan.


Penyetan dengan ikan asin (dokpri)
Kisah kuliner lainnya adalah tentang ikan asin. Makanan yang di era millenial sering dianggap santapan kelas bawah ini ternyata sudah ada dari zaman baheula, bahkan kisahnya tercetak di banyak prasasti dan literatur kuno.

Ikan asin juga bukan monopoli bangsa kita saja. Di Italia, ada varian pizza yang ditaburi ikan asin. Di Jepang, ikan teri asin malah jadi camilan. Menurut pakar kuliner, ikan asin ada di banyak budaya dan kultur, sangat digemari dan pengolahannya diwariskan secara turun temurun karena ternyata mengandung rasa umami, yaitu bagian dari 5 rasa dasar selain manis, asam, pahit dan asin. Inilah alasan kenapa makan nasi lauk ikan asin dan sambel aja rasanya nikmat banget. Sampai lupa timbangan geser terus ke arah kanan.

Sayangnya potensi ikan asin malah diremehkan di Indonesia. Kalah tenar dengan masakan lain. Padahal ikan asin menjadi bukti kearifan lokal bagaimana nenek moyang mampu memanfaatkan kondisi geografis kita yang kepulauan sebagai penghasil ikan dan air laut sebagai penghasil garam.

Mewujudkan Takdir Kejayaan Indonesia 2020
Pak Kafi menjelaskan bahwa 2020 yang dimaksud disini bukan tahun 2020 ya. Tapi sebuah istilah penglihatan sempurna tanpa kacamata dengan skor 20 kanan 20 kiri. Yang kebetulan di 2020 nanti Indonesia akan berulang tahun ke 75.

Harapannya Indonesia bisa kembali jaya seperti dulu kala bahkan dalam kondisi lebih baik lagi bisa mencapai kemakmuran "Gemah Ripah Loh Jinawi tata tentrem kerta raharja".

Caranya gimana coba gaes? Faktanya zaman sekarang Indonesia banyak melakukan impor. Dari impor garam, beras, gula, dan berbagai komoditi lain yang seharusnya bisa swasembada. Apalagi kita punya sumber daya alam yang luar biasa. Nah jadi kan bukan masalah nature resources kan. Tapi lebih ke sumber daya manusianya yang kurang menyadari dan kurang bisa mengolah potensi.

Sembutopia mengajak kita mulai dari diri sendiri dulu, yang termudah aja, bahkan hal paling sepele. Misalnya:
- mengurangi penggunaan plastik seperti sedotan dan kresek
- ga merokok
- hidup sehat
- rajin berolahraga
- ga buang sampah sembarangan
- pakai produk lokal

Kayaknya ga ada hubungannya gitukah sama balikin kejayaan Indonesia yang sedari awal ditulis?

Ya ada dong. Kalau hal sepele aja susah dilakukan boro-boro bisa kontribusi hal besar. Contohnya ga merokok. Sudah tahu harga 1 bungkusnya mahal tapi tetep dibeli karena udah ketagihan. Coba kalau uangnya dialihkan buat ditabung, atau disedekahkan sebagian. Pasti lebih bermanfaat. Kamu jadi ga bikin polusi, ga numpuk penyakit di badan kamu sendiri dan orang lain (udah tau kan kalau perokok pasif lebih besar resikonya), dan ga nyampah dengan puntungnya.

Ada 5 pilar Sembutopia yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari supaya bisa menjadi pribadi yang positif yaitu:
πŸ‘Hope (harapan)
πŸ‘Heal (penyembuhan)
πŸ‘Habitat (lingkungan)
πŸ‘ Health (kesehatan)
πŸ‘ Happiness (kebahagiaan) 
  Jadi ayok kita realisasikan kejayaan Indonesia 2020 supaya 30 tahun lagi kita bisa bersaing di dunia dengan negara lain. Semoga Indonesia makin makmur, makin sejahtera dan rukun tentram agawe sentosa. Aamiin.

2 Responses to "Sembutopia dan Misi Kejayaan Indonesia 2020"

  1. serius ini mbak mbak yang bikin blog..?
    sangat tidak lazim jika author yang bukan ikhwan yang menulis tutorial hingga pembahasan yang dalam seperti di beberapa artikel sebelum ini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya uda ibu-ibu kak. Hehe. Banyak loh cewek yang bisa bikin tutorial Seo keren tapi memang lebih terkenal yang cowok2 aja. Emansipasi kak. Hihi

      Delete

Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Artikel Menarik Lainnya