Belajar Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Manusia Bersama Maltofer


Sewaktu kecil saya sering merasakan kantuk tak tertahankan di kelas. Pengennya tidur tapi apa daya ya ngga bisa. Kecuali mau nekat dan dijewer pak guru 😬. Akhirnya beragam cara digunakan supaya tidak terlelap. Dari membelalakkan mata pakai jari sampai minta dicubit oleh teman sebangku yang bikin kulit tangan terasa pedas wkwkwk 😝.

Lain kisah ketika waktu bergulir ke masa si kecil sudah lahir dan berumur 6 bulan. Waktu itu Aristo, anak saya sudah diberi MPASI, namun di kartu growth chart penambahan berat badannya kurang maksimal.

Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata salah satu penyebab sulitnya berat badan mencapai angka ideal adalah karena si kecil kekurangan zat besi. Memang sih, katanya anak yang asi eksklusif lebih rentan terkena defisiensi zah besi. Maka oleh si dokter anak pun diresepkan suplemen penambah zat besi berbentuk obat tetes. Nah dari sinilah saya mengenal Maltofer.

Setelah beberapa tahun berlalu, pada 31 maret 2019 saya berjumpa lagi dengan Maltofer di Noormans Hotel Semarang pada sebuah acara yang digagas Combiphar & Maltofer, yaitu Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Kehidupan Pertama (Golden Age) Nan Cemerlang.




Di ruang Petra Ballroom, puluhan peserta yang semuanya perempuan dan sebagian besar berstatus emak-emak sudah berkumpul untuk belajar bersama narasumber terpercaya yaitu dr. Hartono, Sp.A

Pak dokter pun memulai dengan bertanya pada kami, sejak kapankah 1000 hari pertama dihitung?

Karena peserta kebanyakan sudah berkeluarga, maka sebagian besar menjawab 1000 hari pertama dimulai dari pembuahan . Dan ternyata benar. Wih udah pinter-pinter nih ya para emaks.

1000 Hari Pertama Kehidupan

1. Pada masa kehamilan dan janin

1000 hari pertama kehidupan manusia dimulai dari bertemunya sel telur dan sperma pada saat pembuahan. Di tahap awal ini seorang ibu harus tercukupi kebutuhan gizinya karena fase awal atau trimester pertama adalah masa pembentukan organ-organ penting seperti mata, jantung, saluran pencernaan dan paru-paru.

Kemudian di trimester kedua, berat janin akan mulai bertambah dan organ-organ tersebut akan mulai berfungsi. Berlanjut ke trimester ketiga berat janin makin bertambah pesat dan organ tubuh mulai matang.

Pertumbuhan janin tentu harus didukung berbagai zat gizi mikro termasuk asam folat, zat besi dan protein karena selain dibutuhkan untuk jangka pendek (perkembangan janin), juga mempengaruhi perkembangan jangka panjang si bayi.

Pengaruh nutrisi untuk jangka pendek:

  • Perkembangan otak, struktur otak dan perkembangan motorik.
  • Pertumbuhan & massa otot dan komposisi tubuh.
  • Pengaturan metabolisme glukosa, lipid, protein hormon/ reseptor/gen.

Pengaruh nutrisi untuk jangka panjang:

  • Kemampuan kognitif dan edukasional
  • Imunitas dan kemampuan kerja
  • Beresiko atau tidak terkena penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi bahkan stroke atau kanker.

2. Lahirnya bayi hingga berusia 2 tahun

Ketika bayi lahir hingga berusia 2 tahun juga adalah masa krusial periode emas 1000 hari pertama kehidupan manusia. Saat 6 bulan pertama bayi akan mendapat asupan makanan dan minuman terbaik dengan diberi ASI, kemudian setelah itu lanjut ke MPASI.

Dibutuhkan seluruh zat gizi terbaik agar tumbuh kembangnya maksimal. Selain untuk mencapai tinggi dan berat badan ideal, kekurangan gizi pada masa ini tidak dapat diperbaiki di masa depan. 


Kebutuhan Zat Besi Pada Anak dan Remaja


Tidak hanya bumil dan bayi saja yang membutuhkan zat besi lho. Tapi anak dan remaja pun tetap memerlukan zat besi untuk perkembangan dan pertumbuhan baik fisik dan kemampuan berpikir. Pada remaja khususnya perempuan, zat besi lebih dibutuhkan lagi saat menstruasi yang berguna menambah volume darah.

Jika kekurangan zat besi biasanya anak akan merasa mudah lelah, mengantuk saat di kelas dan tidak dapat berpikir yang mengakibatkan penurunan prestasi di sekolah.

Nah sekarang terjawab kan kenapa dulu saya sering mengantuk di kelas, ternyata karena kekurangan zat besi. Makanya susah konsentrasi juga saat pelajaran.

Asupan Zat Besi Melalui Makanan

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi kita harus konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti:

  • daging sapi
  • daging ayam
  • kacang-kacangan
  • sayuran hijau

Tapi, jika kebutuhan zat besi tidak dapat dipenuhi dari makanan (misalnya saat masa kehamilan) dan kadar hb dalam darah terbilang rendah maka kita bisa memenuhinya dengan mengkonsumsi suplemen penambah zat besi.

Di luar sana, pada umumnya suplemen zat besi berbentuk ferrous. Kelemahan zat besi dalam bentuk ini adalah kurang larut air, sehingga terasa berpasir dan berbau besi saat ditelan. Saya sampai membayangkan sedang menelan besi berkarat jika mencium suplemen ferrous.

Nah untungnya ada Maltofer, suplemen dengan kandungan zat besi Iron (III) Polymaltose Complex yang tidak berbau besi saat diminum, bahkan dikemas dengan rasa coklat swiss enak.


Cukupi Kebutuhan Zat Besi dengan Maltofer 

Maltofer Sirup
Maltofer adalah Suplemen Zat Besi yang body friendly iron karena melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh, sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi.

Btw, kenapa penumpukan zat besi itu harus diperhatikan sih? Karena kelebihan zat besi dalam tubuh bisa menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantung dan susah BAB. Dan Maltofer yang mengandung Iron Polymaltose Complex tidak menimbulkan efek tersebut.

Maltofer juga aman dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan minuman karena tidak bereaksi negatif denngan makanan, minuman ataupun obat-obatan lain, serta tidak menimbulkan stress oksidatif. Bahkan jika ingin dicampur dengan susu atau sup buah pun tak apa.

Maltofer memiliki 4 sediaan lengkap yang berbeda, yaitu:
  • Maltofer Fol
Berbentuk tablet kunyah, Maltofer Fol diperkaya dengan asam folat untuk ibu hamil.

  • Maltofer Chew
Berupa tablet kunyah Iron Polymaltose Complex yang dapat dikonsumsi segala usia yang sudah dapat mengunyah.

  • Maltofer Syrup
Dikemas dalam botol kaca, berisi sirup isi 150ml dengan kandungan 1ml=10 mg Fe untuk anak dan dewasa.

  • Maltofer Drops
Maltofer Drops berupa kemasan tetes isi 30ml untuk bayi dan anak.

Sharing dari mba Ika Puspita (Blogger Semarang)

Bukan hanya narasumber dari dunia medis dan pihak maltofer saja yang membagi ilmu dan cerita soal pentingnya zat besi, tapi ada pula mba Ika Puspita yang punya kisah dengan kekurangan zat besi. Tapi hal itu terjadi pada putranya saat bersekolah dan hampir pingsan. Penyebabnya karena kurang darah alias zat besi. Nah ini juga bukti kalau tercukupinya zat besi dalam tubuh memang ga bisa disepelekan ya.

💋💋💋

Di bawah ini adalah video saat membandingkan Maltofer dengan suplemen zat besi lain. Jangan lupa ditonton ya temans.  


Semoga postingan ini bermanfaat
Gambar pendukung:
- dokumen pribadi
- pixabay
-edit by canva

12 Responses to "Belajar Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Manusia Bersama Maltofer"

  1. Saya termasuk orang yang malas mengkonsumsi zat besi karena baunya amis gitu mba, padahal mama selalu mewanti-wanti kebutuhan tubuh itu. Untungnya maltofer ada varian rasa coklat sekarang, jadi saya sudah nggak malas lagi minum suplemen penambah zat besi ini. Seneng deh rasanya

    ReplyDelete
  2. Wih workshopnya bermanfaat banget ya mbk, jadi tahu gimana pentingnya zat besi dalam kehidupan

    ReplyDelete
  3. Bakal memilih Maltofer sirup nih.
    Secara termasuk di barisan manusia yang gampang terkena defisiensi zat besi.

    Thanks sharingnya ya mbak Un .. ��

    ReplyDelete
  4. Wainii aku kelewatan acaranya sampe ngejar ke Surabaya mba. Nggak nyesel tapi sampai sana

    ReplyDelete
  5. Oalah, Maltofer itu suplemen zat besi to, Aku pikir susu.
    Variannya macam2 ya. Sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  6. Workshopnya bergizi banget, Mbak... btw aku malah baru tahu ada maltofer yang untuk anak. Aku lagi khawatir anakku kurang zat besi, makannya susah banget.

    Btw aku kenal maltofer waktu hamil Salsabila, sama dokter kandungan diresepin itu. Pas pertama kali makan berasa aneh tapi unik, ada tablet kunyah rasa coklat. hehe

    ReplyDelete
  7. Wah bisa jadi tambahan asupan FE nih buat Nadia yg baru aja dapet menstruasi. Apalagi sekolahnya full day kan

    ReplyDelete
  8. Aku juga suka ngantuk gitu mbak...apa lagi kalo minum zat besi baunya itu amis banget. Tapi, kemarin coba ini enak gak bikin mual

    ReplyDelete
  9. Aku baru tahu produk yang satu ini, Mbak. Ternyata sudah lama ada ya.

    Ngomong-ngomong soal penyajiannya, enak nih, bisa dicampur ke makanan dan minuman. Bagi anak yang susah minum obat kan jadi nggak masalah.

    ReplyDelete
  10. aku masih penasaran yang sirup mba hahaha
    cokelat leleh pasti rasanya, wkwkwk
    soalnya yang tablet kunyah aku beli enak

    ReplyDelete
  11. Aku bersyukur bisa ikutan hadir di acara ini karena ternyata Hbku rendah sekali pas diperiksa. Bisa sekalian beli Maltofernya kan di sana. Langsung aja aku konsumsi tablet kunyah rasa coklat ini.

    ReplyDelete
  12. Akhirnya aku bisa nyaman mengonsumsi obat penambah darah tanpa menutup hidung. Nah yang paling asik tuh, aku tetap bisa ngeteh karena tablek kunyah ini boleh dicampur dalam teh

    ReplyDelete

Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Artikel Menarik Lainnya