Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jauh-Jauh dari Narkotika bukan hanya karena Hari Anti Narkotika Internasional


Rehabilitasi atau mati.

Begitulah jalan seorang pecandu nark0tika.

Setuju kan teman sama pernyataan di atas. Karena sekalinya seseorang memasuki dunia yang gelap itu, gak akan ada jalan kembali. Pilihannya secara sadar berhenti dan masuk panti rehabilitasi, ATAU terus aja jalani sampai ketahuan polisi, kalau beruntung ya masuk penjara kalau engga ya mati didor. Atau opsi terakhir ya mati overdosis. Duh kok pilihannya banyak ga enaknya sih.

Fu fu fu, saya sih bukannya nakut-nakutin, tapi emang gitu kenyataannya sih.

Contoh kasusnya banyak kan. Biar gampang kita pakai nama artis aja ya yang tersangkut kasus narkoba di tahun 2020.

- Lucinta Luna ditangkap dengan barang bukti pil ekstasi dan pil penenang,- Reza Alatas ditangkap dengan barang bukti sabu,
- Tio Pakusadewo ditangkap (lagi) karena kepemilikan ganja,
- Roy Kiyoshi diamankan polisi karena pil psikotropika,

dan yang teranyar

- Dwi Sasono ditangkap pak pol karena mengonsumsi ganja
 Nah nama terakhir ini bikin banyak orang kaget karena sama sekali ga kliatan kalau doi menyalahgunakan narkotika. Padahal cakep dan keluarganya kelihatan harmonis, tapi siapa sangka kena jeratan barang laknat juga 😩.


BAHAYA PENGGUNAAN NARKOTIKA


Bahaya narkotika sudah tidak diragukan lagi. Pemerintah juga ga capek-capek mengkampanyekan tentang bahaya tersebut ke masyarakat. Tapi sayangnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang tetap marak dilakukan di Indonesia. Ga terkecuali para artis yang kelihatannya sudah cukup bahagia dengan pekerjaan mereka. Ups, malahan katanya narkotika dipakai buat mendukung stamina lho biar tetap semangat kerja, hadeh!

Padahal ya, penggunaan narkotika dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani hidup sehat dan mengambil keputusan yang benar. Pengaruh yang ditimbulkan juga dapat berlangsung dalam jangka panjang.


  • Perubahan sel saraf dalam otak
Konsumsi narkoba secara berulang dalam jangka panjang akan memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, yang kemudian mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan setelah konsumsi dihentikan, efek tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar, untuk dapat benar-benar hilang.

  • Dehidrasi
Bahaya narkoba jenis ekstasi, efeknya dapat menyebabkan dehidrasi, serta ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini kemudian yang menyebabkan penggunanya mengalami kejang-kejang, serangan panik, halusinasi, sakit pada dada dan perilaku agresif. Jika digunakan dalam jangka panjang dapat merusak otak.

  • Bingung dan hilang ingatan
Golongan obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedatif, kebingungan, kehilangan ingatan, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu dan menurunnya tingkat kesadaran.

  • Halusinasi
Penggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek samping halusinasi, muntah, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan kecemasan, kebingungan serta paranoia. Efek jangka panjang mariyuana adalah gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.

  • Kejang hingga kematian
Bahaya narkoba berupa penyalahgunaan metamfetamin atau lebih dikenal sebagai sabu-sabu, opium, dan kokain, dapat menyebabkan berbagai efek buruk, termasuk perilaku psikotik, kejang-kejang, dan bahkan kematian akibat overdosis.

  • Gangguan Kualitas Hidup
Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba, terdapat kemungkinan besar untuk mengalami kecanduan. Makin lama, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama. Ketika efek narkoba mulai hilang, pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat dan akan ingin kembali memakainya.

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)

Supaya tetap waspada bahaya narkotika, tak cuma Indonesia, setiap tahunnya secara internasional ada sebuah tanggal yang diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), yaitu pada tanggal 26 Juni.

Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini diharapkan antar negara saling memperkuat aksi dan kerja sama secara global untuk menyebarkan kesadaran bahaya narkoba pada masyarakat. Penetapan 26 Juni sebagai Hari Narkoba sedunia ini awalnya digagas oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988.


Jauh-Jauh dari Narkotika bukan hanya karena Hari Anti Narkotika Internasional


Tapi untuk mendukung kampanye anti narkoba janganlah menunggu peringatan Hari Anti Narkotika Internasional saja.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak lho aktivitas positif yang bisa dilakukan supaya jauh dari nglirik-nglirik narkotika. Misalnya gunakan waktu berkualitas bersama keluarga, melakukan hobi berkebun, merajut, atau memasak. Gitu kan malah dapat kebahagiaan real daripada kebahagiaan semu dengan narkoba.

Dan daripada membelanjakan uang sia-sia hanya untuk narkotika, lebih keren menggunakan uang untuk membeli makanan sehat atau membeli peralatan berolahraga. Ya kan?

Post a Comment for "Jauh-Jauh dari Narkotika bukan hanya karena Hari Anti Narkotika Internasional"