Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Pengertian dan Tujuan Pajak Pertambahan Nilai


PPN digunakan di 160 negara di seluruh dunia dan jenis pajak satu ini lebih banyak yang menyukai jika dibandingkan dengan pajak penjualan. PPN memungkinkan pebisnis untuk hanya membayar biaya produk dikurangi biaya material yang telah dikenakan pajak pada saat sampai ke konsumen.
Namun sebenarnya apa sih pengertian lebih detailnya mengenai PPN itu sendiri? Lalu apa tujuan adanya PPN?

Pengertian PPN
Pajak pertambahan nilai (PPN) adalah jenis pajak tidak langsung yang dikenakan pada barang dan jasa untuk nilai tambah di setiap titik siklus produksi atau distribusi, mulai dari bahan baku dan terus berlanjut hingga pembelian eceran akhir. Sebelum perhitungan pajak, sebuah perusahaan harus dengan detail membuat catatan pengeluaran.

PPN diperkenalkan pada 1 April 2005. Di bawahnya, jumlah penambahan nilai pertama-tama diidentifikasi pada setiap tahap, dan kemudian pajak dikenakan pada hal yang sama. Pada akhirnya, konsumen akhir harus membayar PPN lengkap saat membeli barang dan pembeli pada tahap awal produksi menerima penggantian pajak yang telah mereka bayar.

Nah, dikarenakan konsumen menanggung seluruh pajak, PPN juga merupakan pajak konsumsi. PPN digunakan di seluruh dunia sebagai cara untuk memajaki konsumsi barang dan bukan penghasilan pembayar pajak.

PPN membantu meningkatkan pendapatan pemerintah dengan mengumpulkan pajak untuk semua barang, online dan offline, dan menghentikan bisnis dari menghindari pajak mereka. Setiap negara memiliki undang-undang PPN sendiri untuk penerapan dan penagihan yang tepat. Negara menerapkan tarif PPN yang berbeda sesuai dengan hukum yang tersirat.
Misalnya, jika perusahaan membuat sepasang sepatu di wilayah PPN, produsen akan dikenakan PPN untuk semua persediaan dan bahan yang digunakan untuk memproduksi sepatu. Pada saat sepasang sepatu sampai ke konsumen, maka ia harus membayar PPN yang berlaku.

Tujuan Adanya PPN
Tujuan utama di balik pengenalan PPN adalah :

1. Untuk menghilangkan adanya pajak berganda dan efek cascading dari struktur pajak penjualan yang ada saat itu. Efek cascading adalah ketika ada pajak yang dikenakan pada suatu produk di setiap langkah penjualan.

2.  Pajak dikenakan pada nilai yang termasuk pajak yang dibayar oleh pembeli sebelumnya, sehingga konsumen akhirnya membayar pajak atas pajak yang sudah dibayarkan.

3. Pengenaan pajak pada setiap tahap proses produksi memastikan sitem yang lebih baik dan lebih sedikit celah untuk dieksploitasi. Tidak ada pengecualian yang dapat dilakukan di bawah sistem PPN.

Namun PPN juga memiliki beberapa kelemahan. Meskipun PPN ada untuk menghilangkan efek cascading pajak, namun PPN belum dapat melakukan manfaat yang sepenuhnya. Tidak mungkin untuk mengklaim kredit pajak input pada layanan berdasarkan PPN. Tarif PPN dan undang-undang yang berbeda di setiap wilayah menjadikannya salah satu sistem perpajakan yang paling rumit.

Jika Anda bingung dengan cara penghitungan PPN pada bisnis Anda, maka Anda bisa lho mengunduh aplikasi bernama Buku Kas. Aplikasi ini bisa mencatat segala pembukuan bisnis atau catatan pengeluaran Anda. Dengan pembukuan yang tepat, laporan PPN juga akan semakin mudah diketahui.

Post a Comment for "Mengenal Pengertian dan Tujuan Pajak Pertambahan Nilai"