Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Hal yang Berbeda pada HUT Ke-75 RI di Tengah Pandemi Covid-19

Tahun 2020 ini Indonesia memperingati hari ulang tahun (HUT) yang ke 75. Jika disamakan dengan angka dalam memperingati sebuah pernikahan, maka Republik Indonesia telah mencapai tahun berlian. Sungguh ulang tahun yang (seharusnya) sangat spesial.

Biasanya, untuk memperingati ulang tahun, akan ada sebuah perayaan atau pesta. Ga terkecuali saat HUT RI di tahun-tahun sebelumnya. Tapi peringatan 17 Agustus kali ini akan sangat berbeda. Mengingat kali ini kita tengah berjuang melawan pandemi virus corona yang juga melanda seluruh dunia, maka ada 4 hal berbeda pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020 ini, yaitu:

1. Upacara Bendera di Istana dengan peserta terbatas


Tiap tahunnya, saya tidak pernah absen menyaksikan siaran langsung upacara bendera peringatan detik-detik proklamasi. Dari layar televisi, upacara yang diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta tersebut biasanya ramai dihadiri tamu undangan.

Namun, demi menghindari penyebaran Covid-19, upacara bendera kali ini hanya akan ada enam orang peserta upacara dan tidak ada tamu undangan. Menurut Kemensetneg, peserta upacara di Istana Merdeka terdiri dari Presiden Jokowi sebagai inspektur upacara, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo sebagai pembaca teks proklamasi. Kemudian ada Menteri Agama Fachrul Razi sebagai pembaca doa, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz. Nah Paskibraka yang lazimnya berjumlah puluhan, kali ini hanya akan ada 3 orang.

2. Tidak ada upacara bendera di sekolah dan di kantor

Masih soal upacara bendera HUT RI. Umumnya, meski tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah, tapi bagi anak sekolah dan beberapa pekerja terutama pegawai kantor pemerintah akan tetap diwajibkan masuk dan mengikuti upacara. Nah, untuk tahun ini sepertinya tidak akan ada peraturan tersebut.


3. Tidak ada lomba 17 Agustusan


Lomba makan kerupuk, panjat pinang, lomba membawa kelereng dalam sendok adalah lomba yang biasanya ada saat 17 Agustusan. Lomba-lomba tersebut umumnya diadakan tingkat RT/RW untuk memeriahkan suasana hari kemerdekaan. Tapi siapa yang mau menanggung resiko kalau kemeriahan semacam ini tetap diselenggarakan. Jadi, sudah pasti kali ini juga skip.

4. Tidak ada tirakatan

Tradisi yang juga selalu ada ketika HUT RI adalah malam tirakatan. Para warga akan berkumpul di satu tempat dan menggelar doa bersama kemudian makan bersama supaya tambah akrab. Nah karena masih pandemi, beberapa daerah melarang diadakannya tirakatan supaya tidak tercipta cluster baru.

Prihatin untuk bertahan dan berjuang

4 hal yang ga ada ketika hari kemerdekaan Indonesia ke 75 seperti yang sudah ditulis di atas sudah pasti akan membuat warna berbeda pada kehidupan kita. Apalagi untuk anak-anak yang terbiasa dapat hadiah ketika berhasil jadi pemenang lomba agustusan, ya sudah pasti mereka akan kecewa.

Tapi seperti pepatah "better safe than sorry", kalau saya sih mendukung tidak ada perayaan apa-apa. Karena mengingat sifat manusia yang mudah lupa apalagi kalau sudah senang. Daripada asyik berlomba atau kumpul-kumpul saat tirakatan, lalu justru bisa makin menambah jumlah pasien positif yang harus mendapat perawatan di rumah sakit, padahal petugas medis di rumah sakit sudah sangat kewalahan, maka lebih baik dan lebih wajib untuk tetap menjaga diri dan keluarga di rumah saja.

Yuk sepakat untuk bertahan dan menjaga diri dalam pandemi Covid-19 ini. Percayalah sebentar lagi kita semua akan melaluinya bersama-sama!

#Indonesia Berjaya #HUTRI75 #NKRI #sembutopia #rajinmakanbuah #stayhealthy #staysafe

Post a Comment for "4 Hal yang Berbeda pada HUT Ke-75 RI di Tengah Pandemi Covid-19"