Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga Diabetasol Terjangkau Untuk Lengkapi Nutrisi Penderita Diabetes



Saya lupa sejak kapan tepatnya Bapak divonis diabetes oleh dokter. Kalau ngga salah waktu itu saya sudah kuliah tapi entah semester berapa. Yang saya ingat sebelum menjadi diabetesi, Bapak sempat sakit TBC dan sangat kurus. Ibu sangat susah payah merawat Bapak namun berkat ketelatenannya, akhirnya Bapak pun sembuh.

Selepas TBC yang diderita Bapak menghilang, napsu makan Bapak kembali seperti semua bahkan berkali-kali lipat. Bapak memang tidak punya pantangan sama sekali. Apapun yang Ibu masak atau beli selalu habis. Kami sempat sangat senang melihat kesembuhan dan kemajuan kesehatan Bapak waktu itu. Tubuhnya pun mulai berisi dan terlihat makin bugar.

Namun tak disangka dibalik menggemuknya tubuh Bapak ada penyakit lain yang mengintai. Ya, Bapak kemudian terkena diabetes tipe 2. Kegemarannya menyantap nasi dan minuman-minuman manis lah penyebabnya.Sekali lagi Ibu pun harus rela menjadi 'perawat', terutama saat Bapak harus diingatkan minum obat atau disuntik insulin.

Bapak, Ibu bersama sang cucu

GEJALA DIABETES YANG SERING TIDAK DISADARI

Bapak saya bukanlah pasien diabetes terakhir dan nampaknya tidak mungkin jadi yang terakhir tercatat terkena diabetes. Karena pada kenyataannya, jumlah penderita diabetes terus naik dengan jumlah yang signifikan di negara ini dan juga di seluruh dunia. Bahkan, diabetes masuk menjadi 7 penyakit yang disebut 'silent killer', bersanding dengan penyakit jantung dan hipertensi.

 Orang yang kemudian mengidap diabetes biasanya mengalami beberapa gejala-gejala diabetes, yaitu

1. Kurang bertenaga dan sering merasa lapar

Baru 30 menit lalu makan dengan komposisi lengkap tapi seolah perut sudah lapar dan merasa kurang bertenaga? Bila kondisi seperti ini hanya sesekali maka terbilang wajar. Namun jika sudah sering terjadi maka bisa menjadi salah satu tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. 

Pada penderita diabetes, karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang, sehingga energi yang dibentuk pun kurang. Itulah sebabnya orang yang merasa kurang bertenaga bisa mengalami diabetes. Sementara, otak akan berpikir bahwa kurang energi itu disebabkan oleh kurang makan, maka tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan sering rasa lapar.

2. Sering buang air kecil
Penyebab sering buang air kecil (BAK) selain terkena anyang-anyangan rupanya bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia. Hal ini bisa terjadi karena ginjal tidak bisa menyerap glukosa, sehingga produksi urine menjadi meningkat.

Jika pada kondisi normal orang dewasa rata-rata hanya buang air kecil sebanyak 4-7 kali per hari atau 24 jam, penderita diabetes bisa kencing lebih dari jumlah itu dalam sehari.

3. Sering haus
Akibat sering kencing, maka tubuh akan memberikan reaksi membutuhkan cairan. Dan kebutuhan asupan cairan yang tinggi secara terus menerus pun menjadi salah satu 

4. Urine keruh dan berbau
Mengamati warna dan bau pada urin dapat menjadikan salah satu tindakan preventif penyakit yang sedang mengintai tubuh manusia. Pada penderita diabetes yang memiliki kadar gula yang tinggi, urine akan berwarna keruh karena ginjal harus bekerja lembur untuk menyaring gula. Gula ini pun sering diekskresikan ke dalam urine.

5. Pandangan mata terasa kabur atau terganggu
Untuk dapat melihat dengan baik, lensa mata pada manusia dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga oleh kadar gula dalam darah. Bila kadar gula dalam darah sering dalam kondisi tinggi maka lensa mata dapat mengalami gangguan karena mengalami pembengkakan.

Kelima gejala di atas memang sempat nampak pada Bapak saya, terutama pandangan yang kabur, sering merasa lapar dan urine keruh. Tapi karena gejala-gejala di atas dianggap biasa karena umur, saat itu kami kurang waspada.

Banyak orang juga tidak menyadari saat tubuh sudah mengirim salah satu sinyal atau beberapa gejala diabetes yang dituliskan di atas. Atau bahkan yang lebih menakutkan, memang tidak merasakan gejala sama sekali.

LIVE ZOOM WORLD DIABETES DAY 2020 "BERSAMA DIABETASOL SAYANGI DIA"

Saat mengikuti live zoom "Bersama Diabetasol Sayangi Dia"

Karena memiliki keluarga yang mengidap diabetes maka ketika ada kesempatan mengikuti live zoom menambah pengetahuan mengenai diabetes tentunya sayang dong kalau dilewatkan.

Maka pada hari Selasa, 3 November 2020 jam 10 pagi saya pun siap di depan laptop untuk bergabung dengan virtual event yang diselenggarakan oleh KALBE Nutritionals sebagai anak perusahaan PT KALBE Farma Tbk.

Bertajuk "Bersama Diabetasol Sayangi Dia", para pembicara yang hadir semuanya bukan kaleng-kaleng karena berasal dari akademisi dan profesi yang sangat mumpuni.

  • Prof. DR dr. Ketut Suastika, Sp.PD (KEMD) - Ketua Umum Perkeni
  • Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE - Anggota Dewan Eksekutif IDF Wilayah Pasifik Barat.
  • Dr. Dr. Sony Wibisono, SpPD. KEMD, FINASIM - Presiden PB Persadia Terpilih Periode 2020-2023
  • Tunghadi Indra - Direktur Kebutuhan Khusus dan Nutrisi Gaya Hidup Sehat

Sesi yang berjalan selama sekitar 2 jam itu membahas banyak hal mengenai diabetes, termasuk resiko komplikasi diabetes di masa pandemi dan peran caregiver yang sangat penting. Berikut poin-poin yang saya catat.
tangkapan layar ketika Live Zoom bersama Diabetasol

Penderita Diabetes Wajib Menjaga Pola Konsumsi

Menjaga pola konsumsi dengan baik sudah seharusnya dilakukan bahkan sebelum sakit. Karena jika terlanjur kena penyakit ya pasti lebih susah, dan biasanya ada pantang-pantangan makanan/minuman.

Penyakit diabetes juga begitu. Disampaikan oleh Dr. Sony Wibisono, penderita diabetes harus selalu berhati-hati dan mengatur pola makan diabetes selama seumur hidup. Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tapi bukan berarti menjadi diabetesi lantas tidak dapat beraktivitas layaknya orang biasa. Harapan hidup diabetesi juga bisa tetap panjang. Syaratnya adalah diabetesi harus bersedia diet gizi khusus untuk secara efektif mengatur kadar gula darah serta memenuhi kebutuhan gizi.


Resiko Komplikasi Diabetes di Tengah Pandemi
Diabetes adalah penyakit yang harus selalu dalam pengawasan terkontrol sehingga penderitanya harus secara teratur memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat. Bila hal ini tidak dilakukan, bukan tidak mungkin dapat terjadi komplikasi dan merembet menimbulkan penyakit lainnya seperti gagal ginjal.

Dalam kondisi seperti sekarang ini ketika dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, resiko yang mengintai diabetesi makin berlipat. Prof. DR dr. Ketut Suastika, Sp.PD (KEMD) mengatakan bahwa faktor-faktor yang memperburuk diabetesi antara lain:
- pasien takut ke RS/ Klinik
- dokter khawatir pada pasien apakah terinfeksi/ suspect covid-19
- hambatan pada layanan kesehatan itu sendiri seperti membludaknya pasien.

Menyikapi hal ini, seharusnya para penderita diabetes dan tenaga medis tidak perlu khawatir berlebihan, selama protokol kesehatan tetap dijalankan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan maka penderita diabetes tetap bisa mengunjungi pusat kesehatan bila diperlukan.

Peran Caregiver Pada Penderita Diabetes
Seperti yang ibu saya lakukan untuk bapak selama ini, saya melihat keluarga memiliki peran teramat penting terhadap penderita diabetes, terutama dalam menjaga kestabilan kondisi. Dipaparkan oleh Prof. Sidartawan, keluarga merupakan perantara efektif dan mudah untuk melaksanakan upaya kesehatan.

Upaya yang dapat dilakukan keluarga diabetesi antara lain
  • mengatur dan menyediakan pola makan sehat dan gizi seimbang
  • mengajak olahraga
  • mengantarkan cek-up ke fasilitas kesehatan
  • membantu suntik insulin
  • menyediakan dan mengingatkan konsumsi obat
Jika upaya di atas didukung dengan positif dari keluarga, maka kadar gula darah penderita diabetes dapat lebih terkontrol. Oiya, status caregiver itu tidak hanya keluarga saja lho, teman atau tetangga juga dapat menjadi caregiver jika peduli terhadap diabetesi.
 

TIPE-TIPE DIABETES

Jumlah pasien diabetes di Indonesia per tahun 2020 sudah mencapai 10,681,400 orang dengan prevalensi 6,2%. Dengan angka tersebut, Indonesia menyandang ranking ke-7 dari sepuluh negara dalam hal jumlah pasien diabetes tertinggi.

Disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, jumlah tersebut bisa meningkat tiap tahunnya menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045. Itu artinya nanti akan ada 1 orang yang terkena diabetes tiap 25 penduduk. Angka yang sangat mengkhawatirkan bukan?
 
Pada tahun 2020 ini tercatat sebanyak 75% pasien diabetes berasal dari kelompok usia 20-64. Kebanyakan dari mereka mengidap Diabetes Tipe 2 karena gaya hidup yang tidak sehat.

Bagi yang ingin mengetahui tipe-tipe pada penyakit diabetes, berikut berserta penjelasannya:

A. Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon tertentu. Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun).

Kondisi ini lebih jarang terjadi dibandingkan Diabetes Melitus tipe 2. Disebabkan oleh genetika, umumnya diabetes tipe 1 diketahui saat usia anak-anak, remaja, atau dewasa muda. Namun dapat juga ditemukan pada usia berapa pun.
 
Pengobatan pada diabetes tipe 1 hanya bisa dengan insulin sebagai pilihan obat satu-satunya.

B. Diabetes melitus tipe 2

Pada diabetes melitus tipe 2, penyebabnya adalah produksi insulin yang kurang di dalam tubuh. Selain itu, diabetes jenis ini juga bisa terjadi karena jaringan lemak, otot dan sel hati tidak dapat menggunakan insulin secara maksimal.

Pemicu munculnya diabetes tipe 2 umunya karena gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat. Gaya hidup tak sehat menyebabkan sel-sel tubuh kebal atau kurang sensitif merespons hormon insulin. Kondisi ini disebut juga dengan resistensi insulin. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah menjadi energi dan glukosa pun akhirnya menumpuk di dalam darah.

C. Diabetes kehamilan/ gestasional

Untuk diabetes gestasional biasanya terjadi selama proses kehamilan, yang kemudian akan menghilang setelah melahirkan. Meskipun demikian, kondisi ini juga bisa menetap terjadi pada seorang wanita, meskipun ia sudah melahirkan.

Diabetes kehamilan tidak mematikan, namun berisiko tinggi menyulitkan ibu saat persalinan. Karena diabetes tipe ini si ibu hamil pun bisa dihantui tensi darah tinggi dan eklampsi.

D. Diabetes tipe lain
Diabetes ini merupakan jenis diabetes yang ditimbulkan bukan karena faktor genetik, gaya hidup atau kehamilan. Biasanya ini terjadi karena adanya penyakit lain, atau karena adanya infeksi berat.


PENGOBATAN DIABETES

Pada Live Zoom "Bersama Diabetasol Sayangi Dia" saya berkali-kali mendengar dari para pakar dan juga Director of Special Needs & Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals Tunghadi Indra mengatakan diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun diabetes dapat diatasi bila manajemen nutrisi dilakukan.
 
Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Bila perlu, pasien diabetes juga dapat mengganti asupan gula dengan pemanis yang lebih aman untuk penderita diabetes. Pasien diabetes dan keluarganya dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.
 

DIABETASOL UNTUK PENGGANTI GULA DAN PELENGKAP NUTRISI PENDERITA DIABETES


harga diabetasol terjangkau lho

Asupan para penderita diabetes harus diperhitungkan dengan baik supaya kadar gula dalam darahnya tetap terkendali dan tidak menimbulkan komplikasi. Dalam upaya mengendalikan kadar gula darah dan melengkapi nutrisi untuk diabetes, gula biasa dapat diganti dengan pemanis pengganti gula Diabetasol Sweetener Zero Calorie yang aman dan diformulasi khusus untuk pengidap diabetes.
 
Sebagai caregiver, Sweetener Diabetasol sangat saya andalkan untuk mengganti gula pada konsumsi minuman Bapak. Karena dalam seharinya, Bapak terbiasa mengkonsumsi segelas kopi setiap pagi. Menggunakan pemanis pengganti gula Diabetasol pun tidak pernah dikeluhkan oleh Bapak karena rasa Diabetasol tidak berubah pada suhu panas maupun dingin.
 


 
Dalam hal makanan, saya bersama dia, dalam hal ini Ibu, beliau membatasi takaran nasi yang boleh dimakan Bapak dan terkadang menggantinya dengan kentang. Nasi adalah sumber karbohidrat yang mengandung indeks glikemik tinggi sehingga berbahaya jika dikonsumsi berlebihan oleh diabetesi. Nah soal nasi ini terkadang agak sulit karena bagi Bapak yang murni orang Indonesia, makan tanpa nasi yang cukup namanya bukan makan. Terkadang memang mindset seperti ini agak menyulitkan para caregiver.
 
Untuk menyiasati hal tersebut, Ibu memberikan Bapak Diabetasol Vita Digest Pro Vanilla sebagai asupan nutrisi pengganti makan yang lengkap dan seimbang bagi para diabetesi. Supaya Bapak yakin kebutuhan nutrisinya tercukupi, saya bantu jelaskan bahwa dalam Diabetasol Vita Digest terdapat sumber gizi yang baik dan menstabilkan kadar gula darah pada penyandang diabetes.
  • Vita Digest Pro: mengandung isomaltulosa sebagai karbohidrat lepas lambat untuk membuat kenyang lebih lama dan menjaga gula darah.
  • Sumber serat dan mengandung rendah indeks glikemik .
  • Sumber kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
  • Dilengkapi dengan Vitamin dan Mineral seperti Vitamin A,C,E, dan Zinc sebagai antioksidan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Konsumsi Diabetasol Vita Digest yang disarankan adalah 2x sehari, 4 sendok takar per saji sebagai makan pagi dan malam. Namun karena pagi Bapak konsumi kopi, maka Diabetasol Vita Digest dikonsumsi untuk malam harinya.

Harga diabetasol di toko, minimarket atau di supermarket dibanderol dengan harga terjangkau. Mulai dari Rp. 40.000,- untuk kemasan 185g dan sekitar Rp. 160.000,- untuk kemasan 600g. Sangat sepadan dengan manfaatnya dalam membantu mengontrol kadar gula dalam darah para diabetesi.


DIABETASOL PEDULI DIABETESI

Dalam rangka World Diabetes Day 2020, Diabetasol kembali mengadakan serangkaian aktivitas dengan tema kampanye "Bersama Diabetasol, Sayangi Dia”. Selama ini, Diabetasol memang telah secara aktif melakukan edukasi penanganan diabetes bagi diabetesi dan keluarganya sebagai caregiver yang tidak hanya dilakukan pada momen WDD.

Kampanye "Bersama Diabetasol, Sayangi Dia” ini mengandung ajakan agar semua pihak mulai dari tenaga medis, keluarga, sahabat, dan kerabat mempunyai peran aktif dalam memberikan dukungan bagi diabetesi. Selain itu tema yang diangkat ini juga menjadi wujud apresiasi dan didedikasikan bagi para caregiver yang sudah memberikan kontribusi positif bagi diabetesi di Indonesia.

Diabetasol memberikan berbagai macam edukasi baik secara offline di rumah sakit dan juga online kepada masyarakat, misalnya seperti kuliah Whatsapp yang diadakan rutin setiap bulan dan talk show secara live yang dapat diikuti masyarakat via Facebook Live atau Youtube Live. Selain itu, Diabetasol juga memberikan layanan konsultasi dengan dokter & nutritionis.

Secara virtual atau online, ada sebanyak 13 seri edukasi yang digelar Diabetasol bertema 4 pilar
manajemen diabetes di masa COVID-19. Acara ini telah digelar di 13 area (mencakup 21 kota
besar Indonesia) pada 9 dan 10 November 2020. Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi bersama rumah sakit lokal, perwakilan PERSADIA dan partner-partner lainnya.

Pada 9 November telah kegiatan berlangsung di area 

- Sumbagut (Aceh, Medan, Pematang Siantar),
- Pekanbaru),
- Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi),
- Jabar (Bandung),
- Jateng (Yogyakarta),
- Jatim (Surabaya) dan
- Sulawesi-Indonesia Timur (Makassar).

Sedangkan pada 10 November kegiatan telah berlangsung di area

- Kalimantan (Balikpapan),
- Jateng (Semarang),
- Jatim (Malang),
- Bali-Nusa Tenggara (Denpasar),
- Sulawesi-Indonesia Timur (Manado &
Gorontalo) dan
-Sumbagsel (Palembang dan Bandar Lampung). 

Selain itu, untuk pembelian produk Diabetasol di toko resmi KalCare ada Sales Program berupa potongan harga khusus di Shopee pada 9-10 November 2020.

Di tanggal 14 November 2020 yang bertepatan dengan hari-H WDD 2020, Diabetasol telah memberikan donasi bagi tenaga medis, berupa APD dan produk nutrisi khusus diabetes untuk perlindungan terhadap diabetesi selama pandemi COVID-19, dengan donasi kurang lebih senilai Rp 500 juta.

Untuk rekan-rekan jurnalis juga ga dilupakan, karena Diabetasol juga mengadakan Journalist Writing Competition. Tujuannya lomba ini sebagai dukungan Diabetasol untuk menggerakan jurnalis ikut mengedukasi tentang diabetes bagi masyarakat luas dan keluarganya. Lomba ini akan dibuka hingga 30 November 2020. Sedangkan pengumuman pemenang akan diadakan pada awal Desember 2020.

Informasi lebih lanjut bisa buka di media sosial Diabetasol ya teman-teman. Bisa meluncur ke Website diabetasol.com atau akun IG @diabetasol_id


PENUTUP

Sebagai caregiver dan memiliki keluarga yang mengidap diabetes adalah hal yang tidak mudah. Penyakit ini juga tidak dapat sembuh.

Namun para pengidap diabetes dapat memiliki harapan hidup yang panjang dan berkegiatan secara normal bila mau menerapkan pola konsumsi yang sehat, tetap berolahraga, teratur konsumsi obat yang diresepkan dan melengkapinya dengan Diabetasol sebagai total solusi nutrisi bagi para penderita diabetes.

Semoga bermanfaat!

Post a Comment for "Harga Diabetasol Terjangkau Untuk Lengkapi Nutrisi Penderita Diabetes"