Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Positif atau Negatif? Peran Media Sosial di Masa Pandemi

Positif atau Negatif? Peran Media Sosial di Masa Pandemi

"Sampai hari ini aku baik-baik saja kok ga divaksin. Lagian ogah aku disuntik vaksin, ada chipnya! Nanti kemana-mana aku selalu dilacak"

Begitulah komentar yang saya baca pada sebuah akun di Instagram. Sebuah kalimat yang selalu sukses membuat saya ngakak sekaligus miris. Bagaimana bisa vaksin Covid-19 yang diperjuangkan dengan keras oleh Pemerintah untuk menekan penyebaran Corona malah selalu ada saja yang menolaknya plus memberi bumbu hoax

Hoax memang menjadi 'produk yang laris manis' semenjak media sosial (sebagian orang menyebut sosial media) banyak dimiliki masyarakat kita. Nah bicara tentang media sosial, di masa kini, sebagai bagian dari gaya hidup, rasanya tidak sreg jika belum membuat akun di medsos. Bahkan tidak jarang satu orang mempunyai lebih dari satu medsos.

Sosial Media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. ("Apa itu Sosial Media". Universitas Pasundan Bandung)

 

6 Jenis Media Sosial

Perkembangan media sosial hingga seperti sekarang memiliki sejarah panjang. Berawal dari sistem papan buletin yang muncul pada tahun 1978, kini media sosial sudah menjelma menjadi beragam bentuk. Duo profesor marketing ternama, Kaplan dan Haenlein membagi media sosial menjadi 6 jenis:

  • Proyek Kolaborasi, contohnya Wikipedia. Di medsos jenis ini penggunanya bisa dengan bebas mengubah, menambah bahkan menghapus konten-konten yang telah ada.
  • Blog dan Mikroblog, misalnya Twitter yang kerap dijadikan tempat curhat dan mengkritik kebijakan penguasa.
  • Konten, misalnya Instagram dan YouTube. Para pengguna dapat berbagi konten-konten media, seperti video, gambar, dan buku elektronik.
  • Situs Jejaring Sosial, misalnya Facebook dan Instagram. Biasanya berupa aplikasi yang dapat terhubung dengan pengguna lain dengan cara mengisi informasi pribadi seperti foto atau video.
  • Virtual Game World, contohnya permainan daring atau online game. Yaitu berupa permainan virtual sebagai replikasi "lingkungan" 3D (tiga dimensi) di mana pengguna dapat muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan.
  • Virtual Social World, contohnya permainan video Second Life. Di dalam media sosial jenis ini pengguna dapat merasakan hidup di dunia virtual dengan menggunakan perangkat Virtual Reality yang dipakai di area Mata, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan lain orang. Namun, Virtual social world sifatnya lebih bebas dan lebih ke arah kehidupan nyata/realistis.

Peran Media Sosial di Masa Pandemi

manfaat media sosial

Sebagai media yang dapat mempertemukan banyak pengguna meski tidak bertatap muka secara langsung, media sosial memiliki banyak sekali kegunaan. Namun apakah manfaat itu positif atau negatif?

Bagaikan pisau yang memiliki dua sisi, media sosial dapat memberi dampak negatif dan positif. Contoh dampak negatif bermain media sosial yang sering terjadi adalah penggunanya menjadi kecanduan, mengurangi kualitas tidur bahkan mempengaruhi perilaku di dunia nyata.

Namun, media sosial juga dapat memberikan manfaat positif bila digunakan dengan baik. Terlebih di masa pandemi seperti yang sudah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun ini, peran media sosial dalam menyebarkan informasi sangatlah penting.

1. Memberikan informasi teranyar tentang Covid-19

Terus menerus mendengar atau membaca berita tentang virus corona memang membosankan dan dapat memicu kecemasan. Namun sesekali kita perlu mengetahui berita terbaru mengenai Covid-19 dari media massa atau media sosial yang kredibel dan terpercaya.

Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti tapi supaya meningkatkan kewaspadaan. Misalnya saja kita memiliki rencana bepergian ke sebuah kota atau daerah namun berkat informasi di medsos, kita mengetahui bahwa daerah tersebut sedang terjadi peningkatan signifikan jumlah penderita Covid.  Langkah bijak tentunya kita dapat menunda atau membatalkan kepergian ke daerah tersebut.

Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai Covid-19 kita bisa mengakses https://www.indozone.id/ yang juga menyajikan berbagai berita serta tips lainnya.

Indozone
Indozone tak hanya menyajikan berita namun juga berbagai tips dan informasi yang bermanfaat.

2. Membantu proses pembelajaran

Semenjak dinyatakan sebagai pandemi, banyak sekolah terpaksa meniadakan proses belajar mengajar secara tatap muka. Sebagai alternatif supaya guru tetap dapat menyampaikan materi, maka kegiatan pendidikan pun terpaksa pindah ke media sosial seperti Zoom dan Whatsapp.

Sekolah jarak jauh yang memanfaatkan media sosial memang bukan berarti tanpa kendala namun untuk saat ini masih menjadi alternatif utama di masa pandemi.

3. Menghubungkan silaturahmi dengan keluarga, teman dan kerabat

Beberapa kali kasus peningkatan pasien Covid-19 terjadi di beberapa tempat. Hal ini menyebabkan daerah-daerah tersebut harus di-lockdown oleh pemerintah setempat.

Nah saat situasi seperti ini masyarakat sangat menggantungkan diri pada media sosial sebagai alat komunikasi menyambung tali silaturahmi pada teman, sahabat, keluarga dan kerabat yang terpaksa tidak dapat mereka temui secara langsung.

4. Sarana promosi para penjual, pebisnis dan wirausahawan

Penjualan secara offline memang menurun tajam ketika pandemi, namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku pada pemilik toko yang menjual barang dagangannya secara online. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook, para pengusaha justru bisa memperluas potensi konsumen hingga ke berbagai tempat.

Saya sering melihat thread-thread di media sosial yang cukup mempengaruhi masyarakat untuk membeli apa yang dibahas pada thread tersebut. Menurut testimoni seorang teman yang memiliki usaha catering makanan sehat, penggunaan media sosial untuk promosi jika dilakukan secara tepat memang lumayan membawa hasil. Bahkan menurutnya pandemi tidak menurunkan omset penjualannya.

5. Sarana hiburan dan rekreasi

Selama pandemi, banyak tempat wisata yang ditutup atau dibatasi jumlah pengunjungnya. Gara-gara hal tersebut, banyak masyarakat merasa kekurangan hiburan.

Padahal pada media sosial seperti Youtube ada banyak hiburan yang dapat diakses dengan mudah. Bahkan tidak hanya rekreasi saja, tapi konten meningkatkan skill dan menambah pengetahuan juga tersedia di sana.

Hiburan juga tidak melulu kita yang menjadi konsumen. Dengan kita menjadi pembuat konten juga sebenarnya dapat menjadi salah satu hiburan di masa pandemi sekaligus menyalurkan kreativitas. Malahan ada yang menghasilkan cuan dari kegiatan ini, misalnya membuat konten di Youtube kemudian didaftarkan Adsense.

Salah satu konten hiburan di Media Sosial Youtube

Peran media sosial ada di tanganmu!

Media sosial memang telah mewarnai dan mengubah kehidupan manusia. Bahkan tak sedikit yang lebih terbiasa berinteraksi pada media sosial tanpa mengindahkan etika dan berani menyebarkan hoax sepeti yang saya ceritakan di awal tulisan. Padahal sejatinya mau berinteraksi di mana saja baik dunia nyata, dunia virtual atau media sosial kita harus menjaga tata krama dan etika.

Maka bila ada pertanyaan "apakah media sosial membawa hal positif atau negatif di era pandemi seperti sekarang?"

Secara tegas saya akan menjawab: semua bergantung pada penggunanya itu sendiri! Media sosial dapat membawa dampak positif jika digunakan dengan bijak dan baik. Dan biasakanlah tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat. Perbanyak literasi dan tanamkan sikap kritis juga penting agar media sosial tiak menjadi boomerang pada diri sendiri dan lingkungan.

Selamat bermedia sosial dengan bijak!

Post a Comment for "Positif atau Negatif? Peran Media Sosial di Masa Pandemi"