Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Produk Lokal Ga Perlu Go Internasional Abal-Abal

 

Produk Lokal Ga Perlu Go Internasional Abal-Abal

Disclaimer: tulisan ini berdasarkan opini pribadi, mohon dibaca hingga tulisan selesai.

Tanpa kasih pencitraan palsu sebenernya produk Indonesia itu emang udah banyak yang bagus lho.  Bahkan konon banyak barang yang dijual di luar negeri dengan merk terkenal juga sebenernya buatan kita (meski mereknya tentu bukan milik kita). Tak hanya dari produk fashion bahkan peralatan rumah tangga sampai produk olahraga. Saya pernah membaca kisah seseorang yang kecele saat pulang jengjeng dari Eropa atau Amerika. Ia membeli sesuatu untuk buah tangan bagi kerabatnya di Indonesia. Tapi lhadalah pas di rumah ia kaget dengan tulisan "made in Indonesia" setelah membaca dengan teliti label barang tersebutšŸ˜.

Kita emang patut berbangga sama karya anak bangsa. Di lini fashion udah buanyak banget pakaian, tas, sepatu yang cakep abis, fungsional, kualitas boleh diadu dan harga ga bikin bokek. Daripada beli barang KW, menurut hemat saya mending beli produk lokal tapi asli.

Kayak tas ini dari brand lokal bernama SOVLO. Selain tas Sovlo punya item berupa topi, kemeja, scarf, strap bag dll. Saya kepincut sama tas buatan SOVLO berawal dari kerjasama dalam campaign mencari ilustrator.

Waktu itu selain fee saya juga dapat produk ID card dan masker. Nah maskernya ini saya suka banget karena beneran nyaman dipakai dan motifnya memang cantik banget. Untuk ID card-nya menurut saya juga keren dengan kualitas bahan dan jaitannya yang cukup rapi.

Berawal situlah saya kepincut hingga tanpa ragu membeli produk SOVLO sebanyak dua buah sling bag. Yang pertama adalah Mini Cleo Kembang Nusantara Hitam. Berbahan PVC tebal, meski sangat sederhana saya suka banget tas ini. Motif kembang nusantara yang terlihat juga benar-benar kembang yang bisa kita temukan di Indonesia seperti bunga bangkai dan bunga melati.

Sedangkan tas kedua yang saya beli Molly Kembang Nusantara. Lagi-lagi slingbag dengan warna dasar hitam, yah mungkin bagi cowok ga ada bedanya dengan tas pertama tapi tetap saja saya suka karena bisa memuat barang lebih banyak dengan dimensinya yang lebih besar. Selain Sovlo, saya juga punya banyak barang kebutuhan sehari-hari buatan lokal tapi memang yang paling mendominasi adalah produk fashion.

Molly Kembang Nusantara Sovlo

Balik lagi ke perkara produk lokal, mungkin sebagian dari masyarakat kita malu kalau ketahuan pakai buatan dalam negeri. Entah bagi mereka kurang prestis atau gimana, tapi produk impor apalagi yang harganya WOW memang bagian gaya hidup dan ajang pamer status.

Entah gara-gara itu juga, beberapa merek laris manis karena awalnya banyak orang menyangkanya sebagai brand luar negeri misalnya donat JCo, Hokben, Polygon, Terry Palmer, Excelso. Namun sekarang brand-brand tersebut tetap saja laris meski masyarakat tahu mereka adalah brand dari Indonesia, tentunya setelah paham kualitasnya.

Dan mengenai kebanggaan masyarakat kita akan hal yang berbau "luar negeri" sebenarnya ya sah-sah saja dimanfaatkan sebagai metode marketing. Namun jika menyangkut sebuah brand paten ada baiknya harus berhati-hati. Jangan sampai peristiwa viral belakangan yang mencatut brand fashion show di Paris kembali terulang. Malu lah kalau sampai dikuliti sama netizen. Udah bak CIA aja netizen zaman now.

Produk lokal ga perlu go internasional abal-abal bukan supaya dapat tempat di hati masyarakat?

Post a Comment for "Produk Lokal Ga Perlu Go Internasional Abal-Abal"