Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Katanya Blogger, Kok Jarang Update Blog Sih?


Tersinggung ga sih kalau dikomentari gini 

"Lho, katanya kamu blogger, kok blogmu isinya kayak etalase, lha postingan organiknya mana?"

Memang sejak melahirkan anak kedua, eh salah, saya mundurkan waktunya. Malahan sejak tahu hamil anak kedua, saya sudah merasa malas sekali update blog. 

Waktu itu, mungkin karena kondisi kehamilan di usia yang tidak lagi muda, saya merasa sering lemas dan mengantuk sehingga kasur rasanya lebih menggoda daripada duduk menghadap laptop. 

Saya juga beberapa kali mengalami sakit, ya batuk pilek, alergi kulit, dan bahkan terkena covid untuk yang kedua kalinya. Rasanya baru saja pulih eh ga lama sakit lagi. 

Ketika perut semakin besar, duduk berlama-lama pun makin tidak nyaman. Jad ya boro-boro mau nulis postingan organik, lha diminta publikasi placement saja aras-arasen (tapi semangat terima fee-nya dong 😁) . 

Waktu berlalu, jabang bayi kemudian lahir, saya kembali tidak punya waktu untuk menyentuh blog karena kesibukan mengurus newborn. Saat itu padahal ada Mbah Putri dan Mbah Kakung yang mendampingi di rumah tapi tetap saja ga berminat nulis *emang dasar banyak alesan.  Lebih enak ngelonin bayi dong, hehehe. 

Suatu waktu saya ngetweet di twitter (skrinsyutnya bisa teman-teman baca di atas). Saya mengeluhkan blog satunya yang bahkan tanpa sadar ga pernah disentuh sama sekali hingga perpanjangan domain hampir tiba. 

Beberapa teman-teman yang me-reply menyemangati untuk segera semangat isi konten lagi. Tapi ada mba Dian Ravi yang memahami dan berkomentar untuk santai. Menurut mba Dian semua ada momennya. Nanti ketika sudah waktunya pasti bisa rajin ngeblog lagi. 

Kalau dipikir-pikir, saya juga ga seratus persen hiatus berkarya. Memang blog jadi nomer sekian karena ya ngeblog itu butuh waktu lebih banyak untuk merangkai kata dan kalimat. Seperti sekarang saya juga memaksakan diri menulis sembari momong si bayi yang sudah bisa merangkak kemana-mana. 

Selain blog, saya punya beberapa akun media sosial lain yang perlu juga 'dikasi makan' dan nyatanya masih bisa update sesekali. Jadi ya bener seperti mba Dian Ravi bilang, nikmati aja proses yang sekarang, terlebih ada bayi yang memang perlu diperhatikan, apalagi bayi saya nih kayak perangko banget. Pokoknya maunya nempel mulu 😂. 

Mungkin nanti ketika bayi semakin besar dan sudah masuk sekolah, waktu untuk diri sendiri akan lebih banyak sehingga bisa kembali rajin posting artikel organik lagi. Setuju kan teman 😁?! 


1 comment for "Katanya Blogger, Kok Jarang Update Blog Sih? "