Aneka Rintangan dan Tantangan dalam Menjalankan Clean Eating


Kata orang sakit itu mahal. Tahu sendiri kan kalau sakit, kita harus mengeluarkan uang untuk beli obat. Kalau obat warung ga ngefek mau ga mau harus ke dokter. Dan kalau ga cukup rawat jalan ya terpaksa rawat inap di rumah sakit. Bayangkan kalau harus opname berhari-hari, sudah pasti bakal keluar biaya besar.

Punya BPJS atau asuransi swasta memang bisa membantu menanggung biaya selama sakit, tapi kamu rela gitu sakit walaupun dibayar? Saya sih emoh.



Sekarang ini alhamdulillah setiap kali pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, kadar hb dan tekanan darah, angka yang dihasilkan selalu baik-baik saja. Tapi bukan berarti saya bisa ngawur konsumsi makanan apapun. Apalagi ada riwayat diabetes dari keluarga yang berarti resikonya bisa menurun ke saya juga.

Di blogpost lalu, duniaqtoy pernah mengutarakan Resolusi 2020: Target Turun Berat Badan 10 Kg dan Pola Makan Kurangi GulaKarena meski angka gula darah tidak melewati ambang normal tapi saya merasa sudah overweight parah.

Pola makan mengatur karbohidrat dan mengurangi gula hingga hari ini masih tetap berjalan dan mulai jadi kebiasaan baik. Tapi khususon clean eating, jujur ya, ada banyak kesulitan dalam menerapkannya ke kehidupan sehari-hari. Aneka rintangan dalam menjalankan clean eat menurut duniaqtoy adalah:

1. Clean eat mahal
Di awal menerapkan clean eat, banyak persiapan yang saya lakukan. Membeli buah dan sayuran organik, umbi-umbian, yogurt, almond dan aneka kacang-kacangan. Ketika sadar modal untuk clean eat lumayan menguras kantong, semangat saya agak kendor 😁.

2. Bosan
Selain urusan cuan, ada rasa bosan juga terus-terusan memikirkan menu clean eat yang sesuai dengan selera. Sebagai orang yang sering makan nasi padang hal ini ngefek banget ke indera perasa, hehehe.

3. Lebih cepat lapar
Karena mengurangi takaran nasi dan karbohidrat sederhana, clean eat yang menekankan konsumsi makanan alami juga membuat perut cepat merasa lapar.

4. Tantangan saat bepergian
Ketika di rumah, menjalankan clean eat tidak begitu pusing karena tidak begitu banyak godaan untuk cheating. Tapi ketika harus keluar kota misalnya, terkadang saya harus mengikuti selera makan keluarga atau rumah makan seadanya.

5. Tantangan pekerjaan
Sebagai blogger, terkadang ada tawaran tester makanan yang ga enak ditolak ( alesan 😂) meski bertolak belakang dengan idealisme clean eating.

belanja apel washington
Clean Eat atau Makan Bersih adalah konsep diet di mana seseorang menghindari makanan olahan dan makanan yang memiliki bahan buatan, seperti pengawet dan aditif tertentu. Tujuan Makan Bersih adalah makan makanan alami yang utuh.
Makan yang bersih atau clean eat adalah gerakan yang menandakan seseorang sedang mencoba membuat pilihan yang lebih bijak tentang makanan yang mereka makan. Namun, ternyata diet yang bersih tidak sama dengan diet yang sehat. Banyak makanan untuk diet sehat tidak membatasi makanan yang disiapkan atau dikemas.

apel Washington
Solusi menghadapi tantangan ber-clean eat:

Tapi memulai kebiasaan baik memang ga seru kalau ga ada tantangannya, iya kan? Jadi aneka tantangan itu memang harus pintar-pintar menyiasati.

Misalnya soal eat clean yang harus bermodal besar. Mungkin karena masih cetek ilmu dalam per-eat clean-an saya pikir makan bersih harus melulu organik, padahal engga juga. Ternyata yang penting adalah meminimalisir pengolahan dan menghindari penggunaan bahan pengawet.

Buah-buahan, sayuran dan protein juga ga masalah beli di supermarket atau di pasar. Yang penting dalam sehari harus ada komposisi seimbang antara karbohidrat, protein, buah, dan sayur.

ngetik sambil ngemil salad buah dengan yogurt

Dari sebuah artikel pula https://www.medicalnewstoday.com/articles/320865.php#myth-3, menurut Universitas Harvard, piring makan sehat mengandung yang berikut:

  • Berbagai buah dan sayuran berwarna yang tidak digoreng, seperti kentang goreng.
  • Minyak sehat, seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari, tetapi tidak mengandung lemak jenuh dan minyak terhidrogenasi, yang mengandung lemak trans.
  • Roti gandum, pasta, dan nasi merah, tetapi bukan biji-bijian olahan, seperti nasi putih atau roti.
  • Sumber protein, seperti ikan, unggas, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan, tetapi tidak daging olahan, seperti bacon dan sosis.
  • Air minum, teh, dan kopi dengan sedikit atau tanpa gula ditambahkan. Membatasi porsi susu atau jus setiap hari dan menghindari minuman yang ditambahkan gula sepenuhnya.

Singkatnya, diet sehat tidak harus seketat yang bersih. Bukan berarti diet bersih berarti melakukan sesuatu yang buruk untuk kesehatannya. Tapi yang penting, bagaimanapun, adalah bahwa orang tersebut memiliki sikap yang sehat terhadap makanan. Ga masalah sesekali memilih makanan yang mungkin ngga termasuk dalam kategori makan bersih.

Tapi tetep, entah itu menganut clean eat atau healthy eat prinsip utama perbanyak asupan buah dan sayur ya teman, oke 😉!

1 Response to "Aneka Rintangan dan Tantangan dalam Menjalankan Clean Eating"

  1. ini alasannya aku banget mba, hihi

    bisa sehat sementara dengan menerapkan pola makan lainyya dulu sebelum eat clean. hiii

    ReplyDelete
Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel