Hati yang Bahagia adalah Obat - Love Yourself


Sebagai seorang ibu dan seorang perempuan, mencintai diri sendiri itu penting (lho apakah kalau laki-laki ga boleh mencintai diri sendiri?)

Tentu bukan itu maksudnya, tapi perempuan memang berbeda dari laki-laki. Beda di sini maksudnya secara hormonal ya.

Setiap bulan, perempuan memiliki sebuah siklus yang rentan banget mengubah mood dan emosi, ya ya you know lah sebutannya. Yap it's PMS (premenstrual syndrome). Biasanya saat pra mens, perempuan akan mengalami gejala berupa perubahan suasana hati, kelelahan, lekas marah, dan depresi. Eits,itu belum termasuk gejala yang bikin fisik ga nyaman seperti nyeri payudara dan rasa aneh di bagian bawah perut. Pokoknya, kalau lagi pra mens itu senggol bacok alias jangan macem-macem sama perempuan 😈 .

Keinginan mengidam juga biasanya muncul sebelum mens. Umumnya sih ngidam makanan pedas dan gurih. Nah, momen kaya gitu, paling pas masak mie instan kuah yang dikasih sayur, telor dan beberapa cabe rawit. Ya Allah endeuss!
Bikin mie instan beserta 'uborampe'nya saat pre mens (atau kapan aja 😁), bagi saya adalah sebuah bentuk mencintai diri sendiri, bukan dosa kok, selama masih dalam intensitas yang wajar, misalnya maksimal sekali dalam seminggu.

Beralih dari diet yang gagal ke perhatikan asupan

Di waktu yang lalu, saya pernah mencoba berbagai macam diet. Tapi ga ada satupun yang berhasil, apalagi untuk jangka waktu yang panjang. Selain ada beberapa faktor eksternal, jujur sih saya ga merasa bahagia saat menjalankan diet.

Sekarang, saya lebih nyaman memantau konsumsi gizi seimbang, menyediakan lauk pauk seperti biasa, ada proteinnya, ada gorengannya juga (apalagi ini kesukaan suami). Tapi ga lupa pula selalu harus ada sayur dan buah dalam menu sehari-hari.

Menu dalam sehari, tapi buahnya lupa difoto ^_^

Hati yang gembira adalah obat

Makanan memang mempengaruhi tubuh dan penampilan. Biasanya orang akan merasa lebih bersemangat, fokus, puas dan percaya diri setelah memakan sesuatu. Tapi kita kan makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.

Selain makanan, buat saya pribadi ada hal lain yang bisa meningkatkan rasa bahagia:
  • traveling bersama keluarga
Ga perlu jauh-jauh juga, yang penting adalah kebersamaan bersama keluarga.
  • berkumpul dengan teman-teman
Dibolehin suami tuk kopdar sama teman-teman adalah kebahagiaan yang cukup ampuh naikin mood booster dan salah satu bentuk me time. Setiap ibu berhak punya waktu sendiri kan.
  • bercengkerama dengan kucing (i'am a cat whisperer 😸), dan
Di rumah sering ada kucing numpang bobo dan sering juga minta makan. Sesekali ngobrol dan menyayangi mereka juga bikin bahagia.
  • memasak
Masakannya simpel aja sih, tapi kalau sesuai selera dan disukai keluarga, kepuasannya tak terhingga.

Belajar mencintai diri sendiri dari Rahmi Fitria, si survivor kanker.


Mungkin nama Rahmi Fitria tidaklah seterkenal artis ibukota. Saya juga baru membaca kisahnya beberapa waktu lalu. Tapi sebagai pejuang kanker ada banyak pelajaran penting yang bisa dipetik.

Rahmi menderita kanker payudara stadium 3B dan pernah menjalani operasi pengangkatan payudara. Buatnya, kanker bukan hal asing karena almarhumah ibunya, tante, sepupu bahkan kakaknya juga terkena kanker ovarium dan kanker payudara.

Penulis yang telah menerbitkan buku berjudul 'Berdamai dengan Kanker' dari pengalaman pribadinya ini berkata tubuh adalah suatu kesatuan meliputi fisik, hati dan pikiran, oleh karenanya jika sakit yang diobati seharusnya bukan fisiknya saja.

Rahmi juga berpesan untuk mereka yang sehat, menurutnya orang harus menyadari dan peka terhadap kondisi tubuh. Jangan sampai kesibukan membuat orang tak 'mendengarkan' tubuh mereka sendiri akibatnya, muncul penyakit yang tak disadari.

Kesimpulan:
Saya sih percaya, ada koneksi yang sangat erat antara pikiran dan tubuh. Bahagia membuat tubuh manusia terus sehat, sedangkan stres buat manusia rentan terkena penyakit. Perasaan gembira membuat tubuh memproduksi hormon serotonin, dopamin, relaxin, dan oksitosin. Keempat hormon tersebut berperan memberi sinyal ke tubuh untuk menghasilkan lebih banyak sel-sel tubuh.

Peneliti Berk LS dan konco-konconya pun pernah mempublikasikan sebuah penelitian dalam Alternative Therapies in Health and Medicine 2001 bahwa tertawa lepas selama lima menit secara signifikan meningkatkan jumlah sel darah putih yang bertugas sebagai sel-sel pembunuh kuman.

Yuk mulai sekarang, cintai diri kita sendiri sebelum mencintai orang lain. Dan jangan lupa konsumsi buah dan sayur setiap hari.

4 Responses to "Hati yang Bahagia adalah Obat - Love Yourself"

  1. aku setuju mbak, hati yang bahagia adalah obat dari segala penyakit dan tentu saja tetap jaga daya tahan tubuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kaka, sebenernya gabungan dari beberapa upaya, ya makan baik, tidur baik, perilaku baik pikiran baik, doa yang tak pernah putus juga, semoga tetap sehat

      Delete
  2. Selain yang disebutkan Mbak, hal yang membuat saya bahagia juga fangirlingan idol kpop Mbak, LOL. Eh ia aku pun sering merasa tidak bahagia saat diet, makanya dari pada diet aku memilih olahraga yang teratur, tapi itu pun kadang gak konsisten. Huhuhu... padahal banyak mengeluarkan keringat juga membuat kita lebih bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oiya bener, olahraga memang katanya membuat kita lebih bahagia karena memicu salah satu hormon bahagia. kalo aku drakoran juga mba bikin bahagia

      Delete
Terimakasih kunjungan dan komentarnya,
Mohon maaf yang memasukkan link hidup dihapus otomatis ya.
Salam Blogging!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel